Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemkot Malang: Bursa Kerja tetap jalan di 2026 kurangi pengangguran

Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang menegaskan program bursa kerja tetap dijalankan pada 2026 untuk memaksimalkan upaya mengurangi angka pengangguran terbuka (TPT).

Pemkot Malang: Bursa Kerja tetap jalan di 2026 kurangi pengangguran
X

Ilustrasi : Seorang pencari kerja mengakses informasi formasi pekerjaan melalui gawai dalam Bursa Kerja 2025 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz.

Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang menegaskan program bursa kerja tetap dijalankan pada 2026 untuk memaksimalkan upaya mengurangi angka pengangguran terbuka (TPT).

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, menyatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) perihal keberlanjutan program yang menjadi wadah mempertemukan antara pencari dan penyedia lapangan pekerjaan.

"Waktu di Badan Anggaran (DPRD Kota Malang) sampai rapat terakhir penentuan program kerja kami di 2026, alhamdulillah masih disetujui artinya tetap dilaksanakan seperti di 2025. Untuk angkanya (target) belum dihitung berapa tapi yang jelas harus turun," kata Arif.

Arief menjelaskan bursa kerja mampu memberikan dampak baik terhadap penurunan angka pengangguran di Kota Malang.

Berdasarkan catatan dinas terkait dari pendataan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) angka TPT pada 2024 berada di angka 6,1 persen dan turun menjadi 5,69 persen per 31 Desember 2025.

Jika dalam angka maka pada 2024 terdapat sekitar 30 ribuan orang yang menganggur. Sedangkan, pada 2025 berkisar di angka 25 ribu-26 ribu orang dan untuk angka angkatan kerja di Kota Malang sampai sekarang berada di 400 ribuan orang.

"Yang kami hitung usia produktif, dari 17 tahun sampai 50 tahunan. Itu yang menjadi tugas kami untuk bisa menurunkan TPT," ujar dia.

Arif menjelaskan pada periode 2026 ini supaya bursa kerja bisa lebih efektif, maka pihaknya akan menguatkan mekanisme pelaksanaan program dengan menggunakan sistem berbasis nama dan alamat pencari kerja sehingga mampu lebih riil menangkap kondisi di lapangan.

Pihaknya merencanakan menggandeng Dasa Wisma dari RT dan RW untuk melakukan pendataan rutin tentang jumlah pencari kerja.

Mekanisme pelaksanaannya, yaitu setiap 10 rumah akan dilaporkan ke RT dan RW, kelurahan, sampai ke tingkat pemerintah kota.

Terlebih, data pekerja disebutnya bersifat dinamis, dimana akan muncul perbedaan kondisi setiap hari.

Terkait jadwal bursa kerja, Arif menyampaikan program itu akan diusulkan pada triwulan ketiga sehingga bisa langsung dilaksanakan.

"Jadi konsepnya nanti kami memberdayakan ibu-ibu di lingkungan. Biasanya yang paling rajin mendata kan ibu-ibu. Kalau kita bicara Dasa Wisma, valid sudah," ucapnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire