Pemkot Salatiga putuskan Jumat tetap masuk kerja tanpa WFH
Pemerintah kota Salatiga, Jawa Tengah memutuskan meniadakan work from home (WFH) di hari Jumat, atau tetap masuk kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Setda Kota Salatiga.

Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.
Pemerintah kota Salatiga, Jawa Tengah memutuskan meniadakan work from home (WFH) di hari Jumat, atau tetap masuk kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Setda Kota Salatiga.
Walikota Salatiga Robby Hernawan menegaskan, Pemkot Salatiga ingin pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal sehingga tidak ada WFH di hari Jumat.
"Sebagai langkah penghematan energi sebagai keputusan Pemerintah Pusat ASN di lingkungan Setda Kota Salatiga diminta jalan kaki bagi yang dekat, bersepeda atau naik transportasi umum," jelasnya, Kamis (9/4/2026).
Pemkot Salatiga menilai penerapan WFH setiap Jumat kurang efektif. Adapun dalam menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat terkait efisiensi energi, Pemkot Salatiga justru mendorong gerakan “Jumat Tanpa Kendaraan Bermotor”.
"Melalui kebijakan ini, ASN maupun pekerja swasta tetap masuk kantor, tetapi diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Pegawai dapat berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk berangkat kerja. Ini sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga produktivitas,” ujar Robby Hernawan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Kamis (9/4).




