Pemkot Tangerang perluas gerakan urban farming demi kemandirian pangan

Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan panen bawang bersama kelompok wanita tani. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan panen bawang bersama kelompok wanita tani. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di Banten memperluas gerakan urban farming dengan melibatkan warga sekitar melalui pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Pemberdayaan Ikan sebagai bagian kemandirian pangan.
Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono di Tangerang, Banten, Senin, mengatakan urban farming memberikan dampak signifikan pada masyarakat khususnya pengelolaan lahan menjadi produktif dan hasilnya dapat dinikmati bahkan menghasilkan uang.
Berdasarkan data, sepanjang tahun 2025, program pertanian perkotaan itu berhasil menghasilkan komoditas pangan antara lain 100.920 polybag tanaman cabai, tomat dan terong. Lalu 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga (TOGA) serta 45 ekor hewan ternak kambing dan domba.
Hasil tersebut dilakukan oleh 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 Kelompok Pemberdayaan Ikan. Jika diperluas maka hasil yang dilakukan pun akan bertambah. Untuk di sektor pertanian, lanjut Ruta, Kota Tangerang memiliki 11 Kelompok Tani (Poktan) yang terdiri dari 7 Poktan tanaman pangan dan 4 Poktan hortikultura.
Sedangkan tujuh Poktan tanaman pangan tercatat mengelola 98 hektare lahan sawah padi dan selama tahun 2025 mampu memproduksi 846 ton beras. Sementara itu, Poktan hortikultura menghasilkan 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah. Ke depan, program itu akan terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tangerang.
"Hasil dari urban farming pun sebagai upaya menekan inflasi khususnya cabai. Maka itu hasilnya bisa kita berdayakan di wilayah-wilayah dalam pemenuhan," ujar dia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhdorun menambahkan laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang alami peningkatan yakni dari 5,04 persen pada 2024 menjadi 5,20 persen pada 2025 karena terjadi penurunan tingkat kemiskinan dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.
Capaian tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan Program Gampang sembako murah yang digelar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang secara rutin dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
”Program ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah dinamika ekonomi nasional,” katanya.




