Pemprov DKI ingatkan calon haji jaga kesehatan sebelum keberangkatan

Ilustrasi - Jamaah calon haji melakukan tawaf atau memutari Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro.
Ilustrasi - Jamaah calon haji melakukan tawaf atau memutari Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan seluruh calon haji agar menjaga kesehatan sebelum keberangkatan, selama di perjalanan, selama di Tanah Suci, dan saat kembali ke Tanah Air.
"Mulai hari ini, lakukan aktivitas fisik, terutama jalan kaki, sesuai usia, terencana. Jangan lupa, obat yang harus diminum dipersiapkan, tahu kapan lelah dan beristirahat," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan ibadah haji membutuhkan fisik yang prima. Kondisi di Tanah Suci, dengan panas yang berbeda jauh dengan Jakarta, suhunya cukup tinggi, kepadatan jamaah serta aktivitas ibadah yang padat sehingga memungkinkan jamaah mengalami gangguan kesehatan.
"Oleh karena itu, perlu kesiapan yang matang sebelum berangkat agar menjadi lancar dan khusuk di Tanah Suci serta kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat," kata Puji.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Jamaah Haji Indonesia (Siskohatkes) per 6 April 2026, tercatat sebanyak 13.837 nomor porsi calon haji untuk wilayah DKI Jakarta. Dari total tersebut, sebanyak 7.970 orang di antaranya merupakan calon haji reguler, 5.645 orang calon haji khusus, 135 orang petugas, dan 87 orang kemungkinan calon haji tahun mendatang.
Dari segi usia, calon haji didominasi usia 51-60 tahun, yakni sebanyak 33 persen. Kemudian, calon haji di atas 71 tahun sebanyak 5 persen. Sementara berdasarkan jenis kelamin, jumlah calon haji perempuan mendominasi, yaitu sebanyak 7.615 (56 persen), sedangkan laki-laki 6.000 orang (44 persen).
Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan penyakit terbanyak yang diderita calon haji, antara lain gangguan metabolik lipid (8.680 orang), obesitas (5.762 orang), hipertensi (4.474 orang), dan diabetes (2.391 orang).
"Kondisi ini menjadi faktor risiko terhadap gangguan kesehatan di Tanah Suci," ungkap Puji.
Dia pun menegaskan Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkomitmen mendukung penyelenggaraan kesehatan haji melalui berbagai upaya, mulai dari pemeriksaan hingga edukasi kepada seluruh calon haji.
Upaya-upaya tersebut dilakukan mengingat terdapat lima kebijakan kesehatan haji, yakni mencapai kondisi istiha'ah (kesanggupan) kesehatan jamaah haji, mengendalikan faktor risiko kesehatan haji, serta menjaga agar jamaah haji dalam kondisi sehat selama di Indonesia, di perjalanan, dan di Tanah Suci.
Kemudian, mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan atau masuk Indonesia oleh jamaah haji serta memaksimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan haji.




