Pemudik tinggalkan Bali melalui Terminal Mengwi 3.000 orang per hari
Arus mudik Lebaran 2026 melalui Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, Bali mulai meningkat dengan jumlah penumpang yang meninggalkan Bali mencapai 3.000 orang setiap harinya.

Situasi arus keberangkatan di Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (15/3/2026). ANTARA/Rolandus Nampu.
Situasi arus keberangkatan di Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (15/3/2026). ANTARA/Rolandus Nampu.
Arus mudik Lebaran 2026 melalui Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, Bali mulai meningkat dengan jumlah penumpang yang meninggalkan Bali mencapai 3.000 orang setiap harinya.
Peningkatan arus keberangkatan terjadi sejak 13 Maret 2026 seiring bertambahnya pemudik yang keluar dari Pulau Dewata.
Kepala Terminal Tipe A Mengwi I Dewa Gede Tantara Tesa Putra di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Minggu, mengatakan pada 13 Maret tercatat sebanyak 3.396 penumpang berangkat menggunakan 116 unit bus dari terminal tersebut.
Sementara untuk kedatangan pada tanggal yang sama, terdapat 68 unit kendaraan yang membawa 968 penumpang menuju Bali melalui Terminal Mengwi.
Pada 14 Maret, jumlah penumpang yang datang tercatat meningkat menjadi 1.064 orang dengan total 67 unit kendaraan yang masuk ke terminal.
Sedangkan jumlah keberangkatan pada 14 Maret juga mengalami peningkatan, yakni 123 unit bus dengan total 3.688 penumpang yang meninggalkan Bali.
"Terkait dengan prediksi puncak ada di H-1 Nyepi tepatnya di tanggal 18 Maret 2026, karena kita juga ada imbauan terkait dengan penutupan Pelabuhan serta penutupan terminal. Jadi akan dipastikan melonjak H-1 sebelum Nyepi," katanya.
Gede Tantara menjelaskan lonjakan penumpang diperkirakan masih terjadi karena data keberangkatan dan kedatangan masih terus diperbarui setiap harinya oleh petugas terminal.
Sementara itu, Koordinator Posko Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Ditjen Hub Darat Agus Juni Krisnawan Rantika mengatakan lonjakan penumpang berdampak pada kepadatan lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
Menurut Agus, kepadatan lalu lintas tersebut juga membuat sejumlah bus mengalami keterlambatan tiba di terminal karena terjebak kemacetan di jalur menuju pelabuhan.
"Kemungkinan jumlah penumpang akan semakin bertambah mengingat Hari Raya Nyepi sudah makin dekat. Namun, karena armada bus yang masuk ke Bali terkendala kemacetan di Gilimanuk, maka mungkin yang tiba di Bali juga akan terlambat," katanya.
Meski demikian, pihak terminal memastikan seluruh bus yang beroperasi telah melalui pemeriksaan kelayakan jalan atau ramp check oleh petugas guna menjamin keselamatan penumpang.
Ia juga mengimbau para pemudik, khususnya pengendara roda dua maupun kendaraan pribadi, untuk beristirahat apabila merasa lelah selama perjalanan serta memanfaatkan rest area yang telah disediakan.




