Pengamat sebut kerjasama Indonesia-Turki bidang pertahanan jadi lompatan teknologi tanah air

Foto: M Riskianto
Foto: M Riskianto
Indonesia dan Turki sepakat kerja sama pengembangan industri pertahanan, termasuk teknologi jet tempur generasi kelima.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teguh Reza Syah, menilai kerja sama ini memperkuat kemampuan SDM, manajemen, dan riset pertahanan Indonesia.
“Ini bukan sekadar beli pesawat, tapi lompatan teknologi untuk penguatan SDM, manajemen, dan riset jangka panjang,” kata Teguh Reza, dalam wawancara Radio Elshinta Edisi Pagi, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, kerja sama ini juga membuka peluang alih teknologi, termasuk pengembangan UAV Bayraktar TB2 untuk pengawasan wilayah Nusantara.
Teguh Reza menekankan, kerja sama strategis ini membantu diversifikasi pertahanan agar Indonesia tidak tergantung pada satu negara pemasok.
Menurut Teguh, KAN merupakan pesawat tempur generasi kelima, memiliki standar teknologi setara NATO dan Amerika Serikat, menjadi lompatan signifikan bagi Indonesia.
Ia menjelaskan, Keberhasilan kerja sama tergantung pada studi kelayakan matang, komitmen lintas pemerintahan, serta kejelasan pembagian teknologi dan pembiayaan.
Teguh menambahkan, kemitraan dengan Turki, negara dengan industri pertahanan matang dan rekam jejak ekspor kuat, diharapkan memicu lompatan kuantum industri pertahanan nasional tanpa menciptakan ketergantungan baru.
Steffi Anastasia/Mgg/Rama




