Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia 2026 resmi dibuka

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti resmi membuka Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia tahun 2026 di Kantor Kemendag RI, Jakarta, Jumat.
“Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia tahun 2026 resmi saya buka. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik untuk sektor ini ke depannya,” kata Wamendag Roro.
Wamendag Roro mengatakan, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan peran serta manfaat perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi perekonomian nasional. Hal ini senada dengan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang menunjukkan kinerja PBK dan inovasi produk yang diperdagangkan pada tahun lalu.
Secara rinci, nilai nominal (notional value) dari transaksi PBK tahun 2025 adalah sebesar Rp48.867 triliun atau naik 49,8 persen secara tahunan (yoy). 1Sementara, volume transaksi tahun lalu adalah sebesar 14,56 juta lot atau naik 12 persen yoy.
“Tadi juga sudah disampaikan beberapa progres dari sektor ini dan kami yakin bahwa kontribusinya juga sangat dinantikan, dan juga kelihatan bahwa ini berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi nasional kita,” ujar Roro.
Secara khusus, Wamendag menyoroti lemak dan minyak nabati termasuk minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang masih menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia pada tahun lalu dengan nilai 28,37 miliar dolar AS. Ia pun meminta para pemangku kepentingan di industri perdagangan berjangka komoditi untuk terus mendorong transaksi melalui bursa berjangka.
“Serta mengoptimalkan tata niaga dan ekosistem yang ada, utamanya melalui mekanisme pembentukan harga serta harga acuan yang menjadi salah satu manfaat dan peran dari perdagangan berjangka komoditi itu sendiri,” katanya.
Roro juga berharap agar komoditas unggulan yang belum diperdagangkan di bursa berjangka untuk dapat diperdagangkan demi mendapat manfaat pembentukan harga, harga acuan serta manfaat lindung nilai atau pun hedging.
“Dengan optimalnya manfaat dari PBK tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan negara serta mampu menjaga surplus neraca perdagangan Indonesia,” ujar dia.
Selain itu, Wamendag turut mengapresiasi seluruh upaya literasi dan edukasi yang telah diselenggarakan pemangku kepentingan PBK, pun proses peralihan pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto dan serta derivatif keuangan di pasar modal dan instrumen di pasar uang dan pasar valuta asing.
“Ke depan, literasi dan edukasi ini perlu dijaga konsistensinya serta ditingkatkan intensitasnya untuk menjamin perlindungan masyarakat sebagai konsumen yang bermuara pada meningkatnya kepercayaan masyarakat itu sendiri. Jadi sosialisasi itu merupakan kunci dan fondasi dari semuanya,” kata Roro.




