Peringatan satu abad NU, Presiden Prabowo tegaskan Peran NU
Presiden Prabowo Sebut NU Pilar Persatuan Bangsa di Usia Satu Abad

Tangkapan layar youtube
Tangkapan layar youtube
Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penjaga persatuan bangsa dan fondasi moral agenda pemerintah. Penegasan itu disampaikan Prabowo pada peringatan satu abad NU di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Di hadapan para kiai, ulama, santri, dan warga NU, Presiden Prabowo menyampaikan kedekatan emosional setiap berada di lingkungan NU. Ia menyebut NU sebagai sumber kesejukan, persaudaraan, dan semangat kebangsaan.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia. Saya merasakan kesejukan, saya merasakan semangat persatuan dan kedamaian,” ujar Prabowo.
Satu Abad NU, Pilar Bangsa dan Penjaga Persatuan
Presiden Prabowo menegaskan, perjalanan satu abad NU membuktikan peran organisasi tersebut sebagai pilar kebesaran bangsa Indonesia. Menurutnya, NU selalu hadir ketika negara berada dalam situasi genting.
“Seratus tahun pengabdian NU membuktikan bahwa NU adalah pilar kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan peran historis ulama dan kiai NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Jawa Timur dan Surabaya pasca-proklamasi 17 Agustus 1945.
“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya. Rakyat Jawa Timur, dipimpin para kiai dan ulama, berhasil mempertahankan kemerdekaan melawan negara-negara besar dunia,” tegasnya.
Presiden Prabowo Tekankan Persatuan Pemimpin Bangsa
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya persatuan di antara para pemimpin nasional. Ia menilai tidak ada negara yang bisa maju jika pemimpinnya terpecah dan saling bermusuhan.
“Boleh kita bertanding, boleh bersaing, boleh berbeda, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia harus rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Prabowo.
Ia juga menyinggung ajaran para kiai dan leluhur bangsa yang menekankan pentingnya menahan dendam dan kebencian demi persatuan nasional.
“Tidak boleh pemimpin punya rasa dendam, rasa benci, atau dengki. Berbeda itu tidak masalah, sesudah berbeda kita cari persatuan,” katanya.
Agenda Pemerintah dan Komitmen Presiden Prabowo
Presiden Prabowo menegaskan sumpah jabatannya sejak 20 Oktober 2024 untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia. Perlindungan itu mencakup upaya mengatasi kemiskinan, kelaparan, ketimpangan layanan kesehatan, dan keterbatasan pendidikan.
“Melindungi rakyat Indonesia dari semua ancaman, termasuk kemiskinan dan kelaparan, itu adalah tugas utama saya,” ujar Prabowo.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah melawan korupsi. Ia menyebut masih banyak kekayaan negara yang tidak terjaga dan justru diselewengkan.
“Saya dan pemerintah tidak akan ragu-ragu melawan segala bentuk korupsi, penipuan, dan penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan mundur setapak pun,” tegasnya.
Prabowo juga memaparkan capaian dan agenda strategis pemerintah, mulai dari peningkatan cadangan beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, langkah menuju swasembada pangan, hingga program makan bagi lebih dari 60 juta penerima manfaat. Program tersebut ditargetkan menjangkau 82,3 juta orang pada akhir 2026.
Selain itu, pemerintah berkomitmen memperluas lapangan kerja, mendorong industrialisasi nasional, serta membangun jutaan rumah murah bagi masyarakat.
Satu Abad NU dan Rencana Kampung Haji Indonesia
Di hadapan keluarga besar NU, Presiden Prabowo juga mengumumkan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Rencana itu menyusul izin kepemilikan lahan yang diberikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
“Ini pertama kali dalam sejarah pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Mekkah,” ujar Prabowo. Ia menegaskan langkah tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan dan menurunkan biaya haji.
Menutup pidatonya pada peringatan satu abad NU, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas peran NU dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Kita mungkin berbeda, tapi kita harus hidup dalam kerukunan. NU selalu memberi contoh dalam menjaga toleransi dan kedamaian di bangsa Indonesia,” kata Prabowo.
Presiden berharap NU terus memperkuat peran dalam mencerdaskan, mensejahterakan, menyatukan, serta menjaga kedamaian bangsa Indonesia ke depan.
Dedi Ramadhani/Rama




