Perpustakaan jadi ruang alternatif positif selama Ramadan

Ilustrasi - Pengunjung membaca buku di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (29/12/2025). ANTARA FOTO/Ika Maryani/foc
Ilustrasi - Pengunjung membaca buku di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (29/12/2025). ANTARA FOTO/Ika Maryani/foc
Perpustakaan di Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Timur menjadi ruang alternatif yang positif bagi warga untuk mengisi waktu selamat bulan Ramadan.
"Tak sekadar menjadi tempat membaca buku, tetapi juga sebagai ruang alternatif yang positif bagi warga untuk mengisi waktu selama bulan Ramadan ini," kata Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur, Fauziyah di Jakarta, Rabu.
Fauziah menyebut, perpustakaan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat.
Selain menyediakan koleksi buku bacaan, perpustakaan juga menghadirkan ruang belajar yang kondusif dan ramah anak. "Daripada hanya menghabiskan waktu di luar tanpa aktivitas yang jelas, perpustakaan bisa menjadi alternatif ngabuburit yang lebih produktif," ujar Fauziah.
Selama Ramadan, jumlah pengunjung khususnya anak usia sekolah tetap tinggi. Selama Ramadhan, layanan perpustakaan dibuka mulai pukul 09.00-17.00 WIB.
"Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0012 Tahun 2026 tentang Jam Layanan Perpustakaan Umum Selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah," jelas Fauziyah.
Menurutnya, para pengunjung memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang berada di lantai dua dan tiga untuk membaca berbagai koleksi buku, seperti dongeng dan cerita fiksi.
"Meskipun bulan puasa, layanan tetap buka seperti biasa. Termasuk, pada Sabtu dan Minggu kami tetap melayani pengunjung. Kami hanya tutup pada hari libur nasional," ujarnya.
Sebagian besar pengunjung membaca buku sambil menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit. Rata-rata jumlah pengunjung setiap hari berkisar antara 72 hingga 85 orang dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Fasilitas ruang baca dibagi berdasarkan kategori usia. Lantai dua dikhususkan untuk anak-anak dengan koleksi buku dongeng dan bacaan ringan, sementara lantai tiga diperuntukkan bagi remaja dan dewasa dengan pilihan buku yang lebih beragam.
"Pengunjung kategori anak-anak difasilitasi ruang membaca di lantai dua, sedangkan remaja dan dewasa berada di lantai tiga," ucap Fauziyah.
Salah satu pengunjung, Zahra (28) mengaku memilih perpustakaan sebagai tempat menunggu waktu berbuka karena suasananya nyaman dan kondusif. Baginya, membaca buku menjadi cara efektif agar waktu terasa lebih cepat tanpa harus beraktivitas berlebihan saat berpuasa.
"Saya suka aja kalau Ramadhan lagi puasa gini waktunya dipakai mengerjakan tugas, membaca buku di perpustakaan, jadi ga lelah harus kemana-mana atau beraktivitas yang lebih," kata Zahra.




