Persiapkan Kota Layak Anak, Kota Salatiga libatkan berbagai elemen
Kota Salatiga, Jawa Tengah mulai melakukan evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2026. Persiapan melibatkan berbagai elemen masyarakat, perguruan tinggi termasuk melibatkan media massa.

Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.
Kota Salatiga, Jawa Tengah mulai melakukan evaluasi Kota Layak Anak Tahun 2026. Persiapan melibatkan berbagai elemen masyarakat, perguruan tinggi termasuk melibatkan media massa.
Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Salatiga Dian Indriasari menjelaskan, pada evaluasi ini dilakukan apa yang menjadi pemenuhan indikator yang menjadi klaster laser sebagai Kota Layak Anak.
"Jadi masing-masing dari perangkat daerah Kemudian ada lembaga masyarakat, perguruan tinggi, termasuk media, dunia usaha itu terkait dengan pemenuhan, ada 24 indikator kalau pertanyaannya tadi kurang lebih ada 170-an pertanyaan yang harus kita jawab, kita Lampiri data hukum dokumentasi kemudian kebijakan-kebijakan yang terkait," jelasnya di sela-sela kegiatan di Ruang Plumpungan Setda Kota Salatiga, Kamis (5/3/2026).
Tahun ini lanjut Dian, kembali dilakukan penilaian Kota Layak Anak setelah tahun 2025 tidak dilakukan. Adapun dampak setelah nanti dicanangkan Kota Layak Anak menurut Dian adalah pencapaian untuk pemenuhan hak anak. Kemudian terkait dengan perlindungan anak.
"Perpresnya sudah mulai tahun 2021 itu ada kebijakan kabupaten/kota wajib sebagai Kota Layak Anak yang mencakup 5 klaster, ada klaster pemenuhan hak sipil, klaster kesehatan, klaster pendidikan, kemudian pengasuhan anak," kata Dian.
Sebelum ditetapkan Kota Layak Anak lanjut Dian, ada verifikasi administrasi dari provinsi kemudian kalau memenuhi standar minimal 700 itu baru ada verifikasi dari pusat.
"Baik itu administrasi maupun verifikasi berlangsung lama," pungkasnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Jumat (6/3).




