Top
Begin typing your search above and press return to search.

Petani di Palembayan Agam siap beralih ke tanam jagung

Petani padi di Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengatakan akan beralih menanam jagung untuk pemenuhan kebutuhan hidup.

Petani di Palembayan Agam siap beralih ke tanam jagung
X

Salah seorang petani di Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sedang menjemur jagung usai daerah itu dilanda bencana alam banjir bandang dan longsor, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Altas Maulana.

Petani padi di Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengatakan akan beralih menanam jagung untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya karena areal persawahan mereka tertimbun lumpur dan irigasi rusak.

"Sambil menunggu perbaikan sarana irigasi, kami akan menanam jagung terlebih dahulu. Jagung akan lebih mudah tumbuh karena tidak memerlukan air," kata salah seorang petani Sudirman (65) di Kayu Pasak Timur Salawai Aia, Palembayan, Minggu.

Menurutnya bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 27 November 2026 menyebabkan hancurnya lahan sawahnya.

Selain tertimbun material lumpur, saluran air dari irigasi juga tidak mengalir karena banyak yang rusak serta banyaknya batu-batu.

Sudirman mengaku sawah miliknya seluas lebih kurang satu hektare saat ini dalam keadaan rusak.

"Biasanya saya panen padi dalam enam bulan dapat 75 karung. Saat ini sudah tidak bisa lagi bersawah," katanya.

Untuk itu, katanya, dia akan beralih menanam jagung karena tanaman itu tidak membutuhkan aliran air.

Apalagi harga jagung saat ini cukup bagus mencapai Rp5.700 per kilogram dan panen lebih cepat. Jika jagung bisa panen 4,5 bulan sedangkan padi panen dalam jangka waktu enam bulan.

Dia mengharapkan kepada pemerintah agar bisa membantu bibit jagung demi kelangsungan ekonomi mereka.

Salah seorang pedagang pengumpul jagung, Doni (48) mengatakan harga jagung saat ini mulai membaik dengan Rp5.700 per kilogram di tingkat petani.

"Saat ini sudah banyak masyarakat yang bertanya tentang harga jagung. Mereka mengatakan akan beralih menanam padi ke jagung," katanya.

Bupati Agam Benni Warlis mengakui dampak bencana alam menyebabkan sekitar 1.700 hektare lahan persawahan tertimbun tanah dan 3.000 hektare terdampak karena infrastruktur irigasi menuju sawah itu rusak.

"Banyak warga yang mengeluh karena mata pencarian mereka hilang. Tentu sektor ini akan menjadi prioritas," katanya.

Dia mengharapkan dukungan penuh kepada pemerintah pusat melalui provinsi agar sektor ekonomi menjadi prioritas.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire