Polda Maluku kerahkan 386 personel operasi keselamatan jelang Ramadan

Polda Maluku laksanakan apel gelar pasukan operasi keselamatan 2026, di Ambon, Senin, (ANTARA/Winda Herman)
Polda Maluku laksanakan apel gelar pasukan operasi keselamatan 2026, di Ambon, Senin, (ANTARA/Winda Herman)
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengerahkan sebanyak 386 personel dalam Operasi Keselamatan Salawaku 2026 yang digelar menjelang bulan suci Ramadan.
“Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib sebagai persiapan cipta kondisi menuju pelaksanaan Operasi Ketupat saat Idul Fitri,” kata Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni, di Ambon, Senin.
Wakapolda menjelaskan, Operasi Keselamatan merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sebelum memasuki masa arus mudik dan balik Lebaran. Ia menyebutkan, dalam pelaksanaannya Polda Maluku juga melibatkan personel TNI guna mendukung upaya menciptakan ketertiban berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.
"Kita dibantu oleh teman-teman TNI supaya masyarakat lebih tertib berlalu lintas sehingga tidak terjadi kecelakaan. Ini untuk mengantisipasi agar saat Idul Fitri arus mudik dan balik sudah lebih tertib,” ujarnya.
Operasi Keselamatan Salawaku 2026 akan berlangsung selama 14 hari mulai 2 Februari 2026i, melibatkan personel Polda Maluku serta polres jajaran di seluruh wilayah Maluku.
Ia menegaskan, sasaran operasi telah melalui kajian berdasarkan titik-titik rawan pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, pendekatan yang digunakan lebih mengedepankan edukasi kepada masyarakat.
“Penindakan i sifatnya sangat selektif. Kita lebih banyak melakukan edukasi agar masyarakat lebih paham dan tertib. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena tujuan kita mengajak supaya tertib demi keselamatan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menambahkan sasaran kegiatan operasi mencakup lokasi rawan kemacetan dan pelanggaran lalu lintas, serta pusat-pusat aktivitas masyarakat seperti pasar dan kawasan wisata, yang cenderung meningkat intensitasnya menjelang waktu berbuka puasa.
“Kami akan melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan kemacetan serta kecelakaan, khususnya di lokasi-lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi,” jelasnya.
Polda Maluku juga memperkuat sinergisitas dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja, mengingat keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Selain itu, operasi akan diisi dengan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi secara humanis kepada masyarakat.
“Kami lebih menitikberatkan kegiatan preemtif melalui edukasi dan imbauan, agar masyarakat dapat menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat beraktivitas di jalan raya,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemeriksaan kendaraan juga akan dilakukan, khususnya terhadap kendaraan yang berpotensi kelebihan kapasitas menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Polda Maluku pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Ramadhan, serta memelihara toleransi antarumat beragama.
“Jika ada hal sekecil apa pun yang perlu dilaporkan, masyarakat dapat menghubungi call center 110 dan kami akan merespons cepat setiap pengaduan kamtibmas,” ucapnya.




