Polisi terapkan penguatan pola pengamanan berkelanjutan di Kanjuruhan

Arsip Foto - Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi memberikan keterangan di Mapolres Malang, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/Ananto Pradana
Arsip Foto - Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi memberikan keterangan di Mapolres Malang, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/Ananto Pradana
Kepolisian Resor (Polres) Malang menyatakan penguatan pola pengamanan pada setiap pelaksanaan pertandingan kandang Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur diterapkan secara berkelanjutan. Kepala Polres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi di Malang, Senin, mengatakan, penguatan pengamanan yang berkelanjutan ini tidak hanya berlaku di ring 1 dan 2 stadion, tetapi diperluas hingga perimeter terluar atau di ring 3 dan 4.
"Kami memperluas perimeternya sampai ke ring 3 dan 4, skema ini akan terus dilakukan atau berkelanjutan," kata Taat.
Perimeter terluar dari Stadion Kanjuruhan, di antaranya adalah simpang Yonzipur/5 atau di Jalan Panji ke arah Jalan Trunojoyo dan simpang Kedung Pedaringan. Dua lokasi itu menjadi akses utama menuju stadion tersebut. Penerapan skema tersebut telah diberlakukan saat laga kandang Arema FC melawan Persis Solo yang diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, pada Sabtu (18/4).
Dalam pelaksanaannya, Taat menjelaskan personel kepolisian melakukan body checking, pemeriksaan kendaraan, hingga barang bawaan para suporter. Hasilnya, aparat kepolisian menjaring 54 suporter yang kedapatan membawa minuman beralkohol dengan total mencapai 33 botol.
Puluhan orang yang terjaring operasi pengamanan, terdiri atas 27 orang berasal dari Kabupaten Malang, 19 orang berasal dari Kota Malang, empat orang berasal dari Kota Batu, dua orang berasal dari Kabupaten Kediri, dan dua orang berasal dari Kabupaten Blitar. Lebih lanjut, upaya yang dilakukan bertujuan menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam setiap ajang pertandingan Arema FC.
Hal ini, kata dia, juga menjadi bagian persiapan awal menyongsong laga "Derbi Jatim" antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang kini izin pelaksanaannya di Stadion Kanjuruhan masih terus dikaji.
"Apa yang kami laksanakan adalah bagian dari skema itu. Boleh dikatakan sebagai gladi bersih untuk menguji kesiapan," ujarnya.
Dia berharap model pengamanan ini bisa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Malang.
"Harapannya menciptakan situasi yang kondusif dan iklim pertandingan yang tertib, aman, kondusif, serta nyaman," tutur Taat.




