Politeknik AUP beri penghormatan terakhir kepada Deden Maulana

Jenazah Deden Maulana diberikan penghormatan terakhir di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Jenazah Deden Maulana diberikan penghormatan terakhir di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Deden Maulana (43) pada Kamis.
Peti jenazah diselimuti bendera Merah Putih dan diposisikan di tengah ruang auditorium. Sejumlah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memenuhi ruangan tersebut diiringi lagu "Gugur Bunga" untuk mengenang.
Di sekeliling ruang auditorium tampak papan bunga berjejer menyampaikan duka cita kepada mendiang Deden Maulana. Upacara persemayaman dimulai pukul 10.36 WIB sebagai tanda jasa kepada mendiang dengan diberikan pangkat anumerta.
Jenazah Deden Maulana ditemukan Tim SAR gabungan dalam operasi SAR pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman 300 meter, setelah pesawat nahas itu jatuh akibat menabrak gunung tersebut pada Sabtu (17/1) siang.
Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin laki-laki akhirnya teridentifikasi atas nama Deden Maulana setelah tes post mortem dan antre mortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Kumala Makassar, Rabu malam.
Korban diketahui sebagai pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turut menjadi penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut.




