Polres Karawang ungkap kasus dugaan kekerasan terhadap anak

Ilustrasi - Kekerasan terhadap anak. (ANTARA/dok)
Ilustrasi - Kekerasan terhadap anak. (ANTARA/dok)
Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polres Karawang mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur oleh seorang ayah sambungnya.
"Pelaku berinisial S (30) yang merupakan ayah sambung korban kini telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kasie Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan, di Kabupaten Karawang, Jabar, Rabu.
Ia menyampaikan, peristiwa memilukan itu terungkap pada Jumat (27/03) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kejadian bermula saat ibu korban berinisial DNS (29) pulang ke rumah usai mengantar pesanan kue. Sesampainya di rumah yang berlokasi di salah satu perumahan di Kecamatan Purwasari, ia mendapati anaknya, AS (7), mengalami benjolan di bagian jidat sebelah kanan serta luka lebam di kedua mata.
“Awalnya, saat ditanya oleh ibu kandung korban, pelaku mengaku memukul korban dengan tangan kosong. Namun seiring waktu, kondisi korban semakin memburuk dengan munculnya luka lebam pada bagian mata," katanya.
Tidak terima atas perlakuan tersebut, ibu korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Karawang. Cep Wildan menyampaikan, setelah menjalani proses pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Pelaku mengaku memukul korban menggunakan gagang sapu yang mengakibatkan benjolan di kepala, serta menampar bagian pelipis kanan hingga menyebabkan mata korban lebam.
Berdasarkan laporan polisi yang dibuat pada 31 Maret 2026, petugas segera melakukan serangkaian tindakan penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi dan korban, pelaksanaan visum, hingga gelar perkara dan penangkapan tersangka.
“Kami telah menetapkan S sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur," katanya.
Tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Saat ini tersangka sudah kami amankan. Selanjutnya, penyidik akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya.




