Polri siapkan one way hingga KM 414 saat puncak mudik 2026
Polri menyiapkan skema contraflow dan one way hingga KM 414 untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026.

Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas berbasis data untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026.
Kesiapan tersebut ditinjau langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di Gerbang Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026).
Kalikangkung merupakan simpul utama arus kendaraan menuju Jawa Tengah dari arah barat. Titik ini menjadi pusat pengendalian lalu lintas jalur Trans Jawa saat musim mudik.
Irjen Agus mengatakan pengamanan arus mudik tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga keselamatan masyarakat secara menyeluruh.
“Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas. Memang kita mengawal arus mudik dan arus balik, tetapi seluruh stakeholder negara hadir untuk menjamin keamanan, baik pada momentum sosial maupun spiritual masyarakat,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho, dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan Operasi Ketupat mencakup lima klaster utama. Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri nasional, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata.
Kunjungan ke Kalikangkung dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem pengamanan, pelayanan masyarakat, serta rekayasa lalu lintas.
“Prinsip utama kami sederhana, setiap pemudik harus sampai di rumah dengan selamat,” ujarnya.
Polri menyiapkan berbagai skema manajemen rekayasa lalu lintas yang bersifat dinamis. Skema tersebut diterapkan sesuai kondisi kepadatan kendaraan di lapangan.
Beberapa skenario yang disiapkan meliputi contraflow, one way lokal, hingga one way nasional.
Berdasarkan evaluasi sementara, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret. Namun kebijakan rekayasa lalu lintas bisa diberlakukan lebih awal jika kepadatan meningkat.
Irjen Agus menjelaskan, skema one way tahap pertama akan diterapkan dari KM 70 hingga KM 236.
“Apabila masih terjadi kepadatan, skema tersebut akan langsung diperpanjang hingga KM 414,” kata Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Selain itu, Polda Jawa Tengah diminta menyiapkan skema one way lokal di kawasan Semarang Raya dan Solo.
Pengaturan juga dilakukan pada jalur menuju Yogyakarta, termasuk pemanfaatan tol fungsional di kawasan Prambanan.
Pengamanan arus mudik tahun ini turut didukung teknologi pemantauan lalu lintas. Polisi memanfaatkan command center, traffic counting digital, CCTV, hingga pemantauan drone.
Teknologi tersebut memungkinkan kondisi lalu lintas dipantau secara real time.
“Setiap kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan berbasis data dan koordinasi lintas instansi,” tegas Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Selain kesiapan petugas, ia mengingatkan pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Pemudik diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima, beristirahat saat lelah, dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Polri juga menyiapkan program mudik dan balik gratis bagi masyarakat. Hingga kini sekitar 20.000 peserta telah mendaftar.
“kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tutup Agus Suryonugroho.
Farens Excel/Rama




