Prabowo sebut RI siap hadapi krisis global: Tidak boleh ada korupsi!
Presiden Prabowo pimpin rapat evaluasi satu tahun kabinet dan minta seluruh pejabat tutup celah kebocoran anggaran negara.

Sumber foto: Humas Kemensos
Sumber foto: Humas Kemensos
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini siap dan kuat menghadapi krisis global. Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026).
Presiden menilai ketidakpastian dunia akibat konflik geopolitik harus dijawab dengan pemerintahan yang efektif dan handal. Ia meminta seluruh pejabat negara untuk bekerja lebih keras di tengah tantangan tersebut.
“Saudara-saudara, krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang. Kesulitan dan hambatan adalah peluang yang membuat kita harus bekerja lebih baik,” tegas Presiden Prabowo.
Kepala Negara menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi kerja. Ia menekankan pentingnya menjaga anggaran negara dari segala bentuk pemborosan dan penyimpangan.
“Harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi,” ujar Presiden di depan para pejabat eselon I.
Presiden menjelaskan bahwa pemerintah telah membuktikan kemampuannya dalam mengendalikan arah bangsa selama satu tahun lebih masa jabatan. Namun, sinergi antarlembaga tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi goncangan stabilitas dunia.
Rapat koordinasi ini melibatkan seluruh jajaran menteri, wakil menteri, hingga direktur utama BUMN. Presiden berharap seluruh cabang eksekutif memiliki satu bahasa dan satu tujuan dalam memimpin bangsa melalui masa krisis.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang turut hadir menegaskan komitmen Kementeriannya untuk segera menindaklanjuti arahan presiden.
Hutomo Budi/Rama




