Top
Begin typing your search above and press return to search.

Prosesor Kopi Blitar raih juara kedua di WE Kopi Kolaborasi Season 6

Pelaku sekaligus prosesor kopi asal Kota Blitar, Jawa Timur, Ahrian Festyananda, meraih juara kedua kategori Robusta pada ajang Indonesia Green Coffee Competition 2026 yang digelar dalam rangkaian WE Kopi Kolaborasi Season 6.

Prosesor Kopi Blitar raih juara kedua di WE Kopi Kolaborasi Season 6
X

Ahrian Feslrstyananda berswafoto dengan petani kopi dengan latar kebun kopi (kiri) , infografis pengumuman pemenang secara daring ajang Indonesia Green Coffee Competition 2026 yang digelar dalam rangkaian WE Kopi Kolaborasi Season 6. (ANTARA/HO - Ahryan Ferstyananda).

Pelaku sekaligus prosesor kopi asal Kota Blitar, Jawa Timur, Ahrian Festyananda, meraih juara kedua kategori Robusta pada ajang Indonesia Green Coffee Competition 2026 yang digelar dalam rangkaian WE Kopi Kolaborasi Season 6.

"Penghargaan ini menjadi pijakan untuk terus membangun kualitas kopi daerah bersama petani, agar kopi Blitar semakin berdaya saing," kata Ahrian Festyananda saat dikonfirmasi dari Blitar, Sabtu.

Ahrian memperoleh skor 82,80 melalui kopi Robusta Selorejo, Kabupaten Blitar, dengan metode proses honey anaerobic.

Ajang tersebut merupakan kompetisi seleksi kualitas green bean berskala nasional yang menerapkan standar penilaian Specialty Coffee Association (SCA).

Pelaksanaan WE Kopi Kolaborasi Season 6 digelar secara daring.

Peserta dari berbagai daerah mengirimkan sampel green bean kepada panitia dan tim juri yang berkedudukan di kawasan Alam Sutra, Tangerang Selatan, Banten.

Selanjutnya, proses penilaian dilakukan melalui tahapan seleksi administrasi, roasting terstandar, serta cupping secara blind sample. Seluruh rangkaian penjurian dilaksanakan secara daring hingga pengumuman pemenang.

Ahrian bersama peserta lainnya memantau jalannya kompetisi dari daerah masing-masing, termasuk dari Kota Blitar, Jawa Timur.

Dari ratusan pendaftar, sebanyak 73 peserta dinyatakan lolos ke tahap penjurian akhir.

Penilaian dilakukan oleh panel juri nasional dan internasional dari sejumlah negara di Asia.

Kopi Robusta Blitar yang diikutsertakan Ahrian dinilai memiliki karakter rasa yang bersih, seimbang, dan konsisten, sehingga mampu bersaing dengan kopi dari daerah penghasil lainnya.

Selain sebagai pelaku usaha, Ahrian juga aktif melakukan pendampingan petani kopi di Blitar.

Pendampingan tersebut berawal dari interaksi dengan kelompok petani yang mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Melalui perannya sebagai pelatih dan asesor, Ahrian secara berkelanjutan melakukan pendampingan pascapanen, peningkatan mutu, serta penguatan pemahaman teknis pengolahan kopi.

Upaya tersebut diarahkan agar hasil pertanian kopi petani mampu menghasilkan biji kopi dengan kualitas unggul dan berdaya saing.

"Semoga capaian pada ajang nasional ini dapat mendorong pengembangan kopi daerah secara berkelanjutan serta memperluas akses pasar kopi lokal, khususnya kopi asal daerah kami (Blitar) ke tingkat nasional," ujarnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire