Provinsi Banten targetkan bangun gedung kesenian di usia 25

Gubernur Banten, Andra Soni, dalam acara puncak Hari Musik Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Gubernur Banten, Andra Soni, dalam acara puncak Hari Musik Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Pemerintah Provinsi Banten menargetkan pembangunan sebuah gedung kesenian sebagai pusat pengembangan budaya dan kreativitas seiring dengan bertambahnya usia provinsi tersebut yang kini memasuki 25 tahun.
Gubernur Banten, Andra Soni, dalam acara puncak Hari Musik Nasional 2026 di Kota Serang, Senin (9/3) menyatakan bahwa keberadaan fasilitas kesenian yang representatif menjadi salah satu cita-cita pembangunan infrastruktur kebudayaan di wilayahnya.
"Sebuah daerah selayaknya memiliki satu gedung kesenian. Provinsi Banten di usia ke-25 tahun ini, insya Allah kita mengarah ke sana (pembangunan gedung kesenian)," ujar Andra Soni di hadapan pengurus Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI).
Andra menjelaskan, meskipun saat ini pemerintah provinsi masih berfokus menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan fundamental masyarakat, rencana penyediaan fasilitas kesenian permanen tetap menjadi prioritas jangka panjang guna mewadahi potensi besar talenta seni di Banten.
Dalam peringatan bertema "Nada Nusantara Resonansi Dunia" tersebut, Gubernur juga merespons positif berbagai aspirasi komunitas musik, termasuk usulan penggunaan nama pahlawan nasional Wage Rudolf (WR) Supratman sebagai salah satu nama jalan di Provinsi Banten.
"Aspirasi tersebut kita tampung dan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku, sebagaimana usulan penamaan tokoh-tokoh besar lainnya di fasilitas publik kita," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, menegaskan bahwa Banten memiliki kekayaan talenta musik yang luar biasa. Ia berharap dengan sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi, ekosistem musik nasional dapat terlindungi dan terus berkembang.
"Hari Musik Nasional adalah momentum untuk merawat identitas budaya dan memperkuat ekosistem musik kita agar talenta-talenta lokal dapat bersaing hingga kancah internasional," kata Tony.
Acara yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten ini turut dihadiri oleh musisi nasional Dwiki Darmawan serta sejumlah penggiat musik religi. Kegiatan ini ditutup dengan harapan kolektif agar musik terus menjadi instrumen pemersatu bangsa di tengah keberagaman.




