Top
Begin typing your search above and press return to search.

Remaja dan dewasa muda disebut paling rentan terpapar DBD di Jaksel

Remaja dan dewasa muda disebut paling rentan terpapar DBD di Jaksel
X

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan (Jaksel) menyebutkan remaja dan dewasa muda merupakan kategori yang paling rentan terpapar demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat.

"Remaja dan dewasa muda menjadi kelompok usia paling rentan terpapar demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Selatan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Debi Intan Suri saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, jumlah kasus tertinggi tercatat pada kelompok usia 12-25 tahun. Kemudian, diikuti oleh kelompok anak usia 5-11 tahun serta kelompok usia produktif 26-45 tahun. Sementara itu, kelompok lanjut usia di atas 59 tahun mencatat jumlah kasus yang relatif lebih rendah.

"Meski demikian, kelompok lansia tetap perlu diwaspadai karena memiliki potensi komplikasi yang lebih tinggi apabila terinfeksi DBD," ujar Debi.

Distribusi kasus DBD pada Januari 2026, kata dia, juga menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Kasus DBD lebih banyak dialami oleh laki-laki dengan persentase mencapai 68 persen, sedangkan perempuan sebesar 32 persen. Sementara itu, pada Januari 2026, Sudinkes Jaksel telah menangani sebanyak 38 kasus DBD.

Upaya Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dalam menangani DBD di wilayah setempat, di antaranya dengan memaksimalkan peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dua kali seminggu. Kemudian, melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan sekolah dan pemukiman warga, serta sosialisasi kepada warga tentang pencegahan DBD, termasuk praktek pembuatan perangkap nyamuk (flytrap) di sejumlah sekolah.

Masyarakat pun diimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, atau tanda-tanda yang mengarah pada DBD. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan mencatat kasus DBD di wilayah setempat menurun pada 2025, apabila dibandingkan dengan 2024.

Pada 2024, Jakarta Selatan mencatat 2.513 kasus DBD. Sedangkan 2025 tercatat 1.528 kasus atau turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire