Salat Idulfitri 1447 H, PLN jaga keandalan listrik 519 masjid di Jakarta

Kepala Bidang Riayah Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Kombes Pol (Purn) Drs. KH. Zainuri Anwar, M.Ag (kiri) bersama General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin (tengah), meninjau langsung perangkat BESS (Battery Energy Storage System) di area Masjid Istiqlal, Jakarta, Maret 2026
Kepala Bidang Riayah Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Kombes Pol (Purn) Drs. KH. Zainuri Anwar, M.Ag (kiri) bersama General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin (tengah), meninjau langsung perangkat BESS (Battery Energy Storage System) di area Masjid Istiqlal, Jakarta, Maret 2026
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan keandalan pasokan listrik untuk mendukung pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di 519 masjid yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Sebanyak 519 masjid menjadi objek pemantauan siaga Ramadan dan Idulfitri tahun ini, dengan dua lokasi pantauan utama yaitu Masjid Istiqlal dan Istana Kepresidenan. Selain itu, PLN juga melakukan pantauan khusus di lima kawasan strategis, yaitu Monas, Bundaran HI, Pantai Festival Ancol, kawasan Kota Tua, dan TMII.
Kepala Bidang Riayah Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Kombes Pol (Purn) Drs. KH. Zainuri Anwar, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam memastikan keandalan listrik di Masjid Istiqlal, khususnya saat momentum ibadah besar seperti Ramadan dan Idulfitri.
“Kami sangat mengapresiasi PLN yang telah mendukung seluruh aktivitas di Istiqlal melalui pasokan listrik yang andal. Salah satu dukungan yang sangat penting adalah pemasangan BESS (Battery Energy Storage System) dengan kapasitas hingga 400 KVA yang mampu memastikan seluruh kegiatan di Masjid Istiqlal berjalan tanpa kendala kelistrikan,” ujar Zainuri, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan bahwa dukungan infrastruktur kelistrikan tersebut memberikan rasa aman bagi pengelola masjid dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan ibadah berskala besar.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian PLN terhadap Masjid Istiqlal. Semoga PLN senantiasa jaya, dicintai masyarakat, dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Dari sisi sistem kelistrikan, kondisi pasokan listrik di wilayah kerja PLN UID Jakarta Raya diproyeksikan dalam kondisi aman. Daya mampu pasok PLN UID Jakarta Raya tercatat sebesar 10.997 MW dengan beban puncak sebesar 5.545 MW.
Sehingga saat ini masih tersedia cadangan pasokan sebesar 49,6%. Peralatan pendukung juga telah disiapkan, di antaranya 3 (tiga) unit genset, 61 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 58 unit Uninterruptible Power Supply (UPS). PLN juga menyediakan 17 posko Idulfitri di unit layanan serta 6 posko mudik untuk mendukung masyarakat yang melakukan perjalanan.
Selama bulan Ramadan, daya mampu pasok mencapai 10.997 MW dengan beban puncak sebesar 5.545 MW, atau meningkat sekitar 5,86 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara pada saat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H, beban puncak diproyeksikan sebesar 3.886 MW, meningkat sekitar 1,3 persen dari tahun sebelumnya.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjaga keandalan listrik selama Ramadan hingga Idulfitri agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“PLN memastikan sistem kelistrikan di Jakarta dan sekitarnya dalam kondisi aman untuk mendukung seluruh aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri. Kami menyiagakan personel, peralatan, serta posko siaga untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, khususnya pada lokasi-lokasi ibadah dan pusat kegiatan masyarakat,” ujar Andy Adcha.
PLN telah menetapkan masa siaga kelistrikan Ramadan dan Idulfitri 1447 H pada 14–28 Maret 2026. Selama masa siaga, sebanyak 2.148 personel PLN disiagakan untuk memantau pusat keramaian dan titik-titik penting seperti area perbelanjaan, kawasan pemerintahan dan pertahanan, serta zona transportasi yang mencakup bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, dan terminal bus. Pengamanan khusus juga dilakukan di dua lokasi strategis nasional, yaitu Masjid Istiqlal dan Istana Merdeka.
Vivi Trisnavia/Ter




