Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sepak terjang Pramono tekan kemacetan dengan tingkatkan transum di DKI

Sepak terjang Pramono tekan kemacetan dengan tingkatkan transum di DKI
X

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota, Rabu (25/2/2026). ANTARA

DKI Jakarta dikenal sebagai kota yang padat dan memiliki lalu lintas yang semrawut. Kemacetan, seperti makanan sehari-hari bagi warganya. Persoalan ini pun tak luput dari perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Menurutnya, kemacetan merupakan salah satu masalah prioritas yang harus segera diatasi.

Setahun memimpin Jakarta, berbagai upaya telah dilakukan Pramono untuk menekan kemacetan di ibu kota, salah satunya, dengan terus meningkatkan kualitas hingga kuantitas transportasi umum. Pramono menilai integrasi antartransportasi publik perlu dibangun secara serius untuk mempermudah masyarakat menjangkau titik-titik pemberhentian.

Meskipun demikian, Pramono menyadari bahwa mengatasi kemacetan bukan dengan sebatas itu. Berdasarkan data statistik, Pramono menjelaskan bahwa penduduk Jakarta, saat ini berjumlah 11 juta orang. Akan tetapi pada pagi hari sekitar 4,5 hingga 5 juta orang datang ke Jakarta untuk bekerja. Kemudian, mereka akan kembali ke kediaman masing-masing yang ada di daerah penyangga pada sore hari.

Bagi Pramono, mengatasi persoalan kemacetan tak bisa diatasi Jakarta sendirian. Perlu adanya kerja sama dengan daerah-daerah penyangga, seperti Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Akhirnya, Pramono memperluas jangkauan Transjakarta yang sudah dikenal cukup nyaman untuk masyarakat. Pramono menamainya dengan sebutan Transjabodetabek.

Rute perdana Transjabodetabek adalah Alam Sutera - Blok M pertama kali diresmikan pada April 2025. Kini Transjabodetabek sudah memiliki beberapa rute, seperti Vida Bekasi-Cawang Sentral, Sawangan-Lebak Bulus via Tol Desari, PIK 2-Blok M, Bogor-Blok M, Summarecon Bekasi-Cawang, Bekasi Timur Cawang, Depok-Cawang Sentral via Cibubur, UI-Lebak Bulus, Serpong-Jelambar, dan Cawang-Cikarang.

Bahkan, tak lama lagi, Pramono akan meluncurkan trayek Blok M-Bandara Soekarno Hatta. Ia meyakini, trayek yang satu ini juga mampu menekan kemacetan. Sebab masyarakat pasti akan menikmati fasilitas menggunakan Transjabodetabek ke Bandara Soekarno Hatta, hanya dengan tarif Rp3.500.

Untuk menunjang kenyamanan masyarakat, Pramono pun membangun halte-halte TransJakarta dengan baik. Bahkan, beberapa halte sengaja dibuat estetik untuk semakin menarik minat masyarakat beralih menggunakan moda transportasi umum. Pramono juga berharap agar halte-halte Transjabodetabek bisa dibuat sama nyamannya dengan yang ada di Jakarta. Untuk itu, ia meminta agar pemimpin wilayah setempat bisa melakukan hal itu.

Sebab, Pramono mengaku tak sanggup menggendong semua tanggung jawab itu sendirian. Pramono mengatakan, armada hingga harga subsidi tiket sudah sepenuhnya ditanggung oleh Jakarta. Pramono juga memiliki cara lain menarik minat masyarakat untuk beralih dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi menggunakan transportasi umum. Pramono menggratiskan transportasi umum untuk 15 golongan khusus.

Adapun 15 golongan masyarakat yang menikmati fasilitas transportasi umum gratis di Jakarta, yaitu:

1. Pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta dan pensiunannya.

2. Tenaga kontrak yang bekerja di Pemprov DKI Jakarta.

3. Peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

4. Karyawan swasta tertentu atau pekerja dengan gaji sesuai upah minimum provinsi (UMP) melalui Bank DKI.

5. Penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

6. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

7. Penduduk pemilik KTP Kepulauan Seribu.

8. Penerima Beras Keluarga Sejahtera (Raskin) yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

9. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

10. Veteran Republik Indonesia.

11. Penyandang disabilitas.

12. Penduduk lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

13. Pengurus masjid (marbot).

14. Pendidik dan tenaga kependidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

15. Juru pemantau jentik (Jumantik).

Selanjutnya, Pramono mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 tahun 2025 yang mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu. Selain Transjakarta dan Transjabodetabek, Pramono juga turut membangun MRT dan LRT. Bahkan, ia akan memperpanjang jalur LRT dari Dukuh Atas ke Jakarta International Stadium (JIS).

Dengan adanya rute ini, Pramono meyakini tak hanya pengguna transportasi yang naik, namun JIS juga akan semakin hidup. Sebab nantinya, orang-orang yang akan mengunjungi JIS di berbagai ajang yang digelar di lokasi itu bisa menggunakan LRT.

“Ini terbukti selama setahun saya memimpin ada kenaikan yang signifikan orang naik transportasi umum,” ujar Pramono.

Menurut Badan Pusat Statistik, data penumpang transportasi umum di DKI Jakarta pada 2025 dipimpin oleh Transjakarta (37,6 juta pengguna/Juli 2025), disusul MRT (4,3 juta/Juli 2025) dan LRT (118 ribu/Juli 2025). Terlebih lagi, dalam kepemimpinannya Pramono berhasil membawa Jakarta menempati peringkat ke-17 untuk sistem transportasi publik terbaik menurut survei Global Time Out 2025, sekaligus peringkat kedua di Asia Tenggara.

Melihat keberhasilan dari upaya-upaya tersebut, Pramono semakin bersemangat dan meyakini kelak transportasi umum Jakarta bisa semakin diminati. Sebab baginya, pencapaian ini belum cukup memuaskan. Sayangnya, ia mengatakan kebijakan-kebijakan yang dibuat tak akan ada artinya jika kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi masih belum berubah.

Terbukti, meski konektivitas transportasi di Jakarta sudah mencapai 92 persen, namun angka pengguna rutin masih 23,6 persen. Menurut Pramono, masih banyak masyarakat dari daerah penyangga yang menggunakan kendaraan pribadi menuju titik pemberhentian transportasi umum di Jakarta.

Kemudian, mereka memarkir kendaraannya di park and ride dan menyambung menggunakan transportasi umum Jakarta ke tempat tujuan.

Pramono menginginkan agar nantinya masyarakat benar-benar bisa meninggalkan kendaraan pribadinya. Oleh karenanya ia berharap, wilayah-wilayah penyangga juga bisa turut membangun fasilitas transportasi, seperti halte yang nyaman. Dengan demikian, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum.

Pemerintah Provinsi Jakarta akan berkolaborasi dengan wilayah penyangga untuk menyediakan parkir kendaraan pribadi atau park and ride untuk menggunakan transportasi umum atau park and ride untuk bisa menekan kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

Jika hal itu sudah terwujud, Pramono menilai kemacetan di Jakarta akan menurun secara signifikan.

“Mudah-mudahan tawaran-tawaran transportasi yang murah, fasilitas bagus, ketepatan waktu juga penting. Itu akan membuat orang kemudian beralih menjadi menggunakan transportasi umum,” kata Pramono.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire