Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sinergi Pemkab Bogor-Polri tingkatkan produksi jagung berkelanjutan

Sinergi Pemkab Bogor-Polri tingkatkan produksi jagung berkelanjutan
X

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama Kepolisian Republik Indonesia memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan produksi jagung berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor Entis Sutisna, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kamis.

Kegiatan panen raya tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara virtual melalui Zoom, yang dipimpin langsung oleh Kapolri serta dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, dan Direktur Utama Perum Bulog.

Entis Sutisna menyampaikan, panen jagung di Kecamatan Cigombong mencakup luasan sekitar 4.000 meter persegi. Ia juga memaparkan capaian produksi jagung di Kabupaten Bogor sepanjang 2025.

“Pada tahun 2025 luas tanam jagung di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 300 hektare, dengan luasan panen yang telah terealisasi 171 hektare dan total produksi mencapai 996 ton,” ujar Entis.

Menurut Entis, keterlibatan lintas sektor, termasuk Polri dan kelompok tani, menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi jagung di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Bogor Yudi menjelaskan bahwa panen jagung serentak yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor hari ini mencakup total luasan sekitar 5,5 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Total luasan panen hari ini sekitar 5,5 hektare dengan estimasi hasil minimal 30 ton. Waktu tanam di tiap wilayah berbeda, sehingga waktu panennya juga tidak serentak,” kata Yudi.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 capaian serapan penanaman jagung di Kabupaten Bogor telah mencapai sekitar 60 persen. Pada kuartal IV 2025, penanaman jagung dilakukan seluas 105 hektare, terutama pada Oktober dan November.

Untuk tahun 2026, lanjut Yudi, penanaman jagung akan terus dilanjutkan dengan sistem tanam ulang pascapanen guna menjaga keberlanjutan produksi.

“Lahan yang sudah dipanen akan langsung diratakan dan ditanami kembali agar potensi yang ada bisa dimaksimalkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama jajaran Polri menegaskan komitmennya dalam mendorong jagung sebagai komoditas alternatif selain padi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire