Top
Begin typing your search above and press return to search.

Stok pangan di Jakarta terpantau aman

Stok pangan di Jakarta terpantau aman
X

Penjual daging ayam melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (2/3/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 0,68 persen sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Februari 2026 sebesar 0,53 persen, dimana Inflasi tersebut didorong lonjakan harga pangan di momen Ramadhan, seperti daging ayam ras 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen dan cabai merah 0,04 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat aman dan mencukupi selama bulan suci Ramadhan dan Lebaran 1447 H/2026 M di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Kendati demikian, dia mengakui kebutuhan pangan memang meningkat pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri atau pada periode Maret 2026, terutama komoditas telur ayam, daging sapi/kerbau, serta bawang putih.

Berdasarkan data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, lalu disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.

"Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," ujar Ratu.

Untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern sekaligus meredam dampak dari potensi gejolak harga akibat dinamika global, Pemprov DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat.

"Kami juga intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," ungkap Ratu.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire