Sudin SDA Jakut keruk 15 waduk dan kali optimalkan daya tampung

Petugas melakukan normalisasi saluran Kali Bogor di wilayah RW 03 dan RW 06, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing. sebagai upaya mencegah banjir dan genangan air saat musim hujan. ANTARA/HO-Pemkot Jakut
Petugas melakukan normalisasi saluran Kali Bogor di wilayah RW 03 dan RW 06, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing. sebagai upaya mencegah banjir dan genangan air saat musim hujan. ANTARA/HO-Pemkot Jakut
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) menyatakan telah melakukan pengerukan terhadap 15 waduk dan kali atau sungai kecil yang ada di wilayah Jakarta Utara agar mengoptimalkan kapasitas tampungan air di kawasan tersebut saat hujan ekstrem terjadi.
“Ini upaya yang kami lakukan dalam menghadapi kondisi cuaca hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir,” kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi di Jakarta, Senin.
Ia mencontohkan Kali Cakung Lama, Cilincing yang sudah dikeruk sejak tahun 2025 dan masih terus berlanjut pada tahun ini. Bahkan pada beberapa segmen, lebar kali yang tadinya dua meter dilebarkan sampai 10 meter hingga 15 meter. Menurut dia upaya ini dilakukan bersama dengan unsur kelurahan dan kecamatan dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran kali.
“Alhamdulillah ada kesadaran masyarakat sehingga bangunan-bangunan mereka yang menjorok ke kali mau dibongkar,” kata dia.
Menurut dia langkah serupa akan dilakukan sampai ke hilir Kali Cakung Lama, penyempitan badan kali juga terjadi di Kali Lagoa Tirem, Inlet IV A dan Inlet IV B yang masuk ke Waduk Danau Cincin sehingga menyulitkan untuk dilakukan pengerukan. Hal serupa, lanjutnya juga terjadi di Waduk Pluit, Kali Angke, Kali Adem dan di banyak tempat lainnya.
“Perubahan tata ruang seperti itu bahkan sudah terakumulasi puluhan tahun, yang memang mengakibatkan aliran air tersumbat sehingga menyebabkan banjir,” kata dia.
Sudin SDA Jakarta Utara tengah meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi hujan lebat dan cenderung ekstrim serta potensi banjir rob yang diprediksi masih akan terjadi pada beberapa hari ke depan.
“Sebanyak 72 stasiun pompa dan 22 unit pompa mobile disiagakan sebagai langkah mitigasi banjir di sejumlah titik rawan genangan,” kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi di Jakarta, Senin.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat hingga hujan sangat lebat di DKI Jakarta pada 16 Februari hingga 19 Februari 2026. Berdasarkan informasi resmi BMKG di instagram @infobmkg di Jakarta, Senin BMKG mengeluarkan peringatan waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin (16/2) berpotensi terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.
Untuk potensi dampak level waspada ini, potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa genangan, luapan sungai dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Kemudian BMKG mengeluarkan peringatan siaga dengan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga hujan dengan intensitas sangat lebat berpotensi terjadi di Jakarta Pusat,Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan hingga Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Untuk potensi dampak bencana di level siaga terdapat potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap masyarakat, layanan publik hingga infrastruktur.




