Sumbar terima alokasi Rp83 miliar pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang
Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima alokasi anggaran sebesar Rp83 miliar dari Kementerian Perhubungan pada 2026.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat diwawancarai di Kota Padang. ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat diwawancarai di Kota Padang. ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima alokasi anggaran sebesar Rp83 miliar dari Kementerian Perhubungan pada 2026 untuk mendukung pengembangan kawasan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat.
"Tahun ini ada Rp83 miliar dana dari Kementerian Perhubungan yang masuk. Sekarang kita juga sedang menurunkan status kawasan hutan yang ada di sini, alhamdulillah prosesnya sedang berjalan," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Sabtu.
Menurut Gubernur, proses penurunan status kawasan hutan menjadi langkah penting agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan kawasan pelabuhan.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, sekitar 168 hektare (ha) lahan dapat dikembangkan secara sinergis antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
"Mudah-mudahan ini berjalan sesuai rencana sehingga lebih kurang 168 ha itu bisa kita bangun," sebut Mahyeldi.
Mahyeldi menegaskan dukungan anggaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat terhadap pengembangan Teluk Tapang sebagai salah satu kawasan strategis di Sumbar.
Meskipun pengembangan pelabuhan ini belum tuntas seutuhnya, namun minat investor terhadap kawasan tersebut sudah mulai terlihat.
"Ada investor yang bertanya dan meminta disediakan lahan sekitar 100 ha untuk berinvestasi di sini. Sentimen positif tersebut, menambah optimisme kita terhadap masa depan Teluk Tapang," ujar eks Wali Kota Padang itu.
Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan industri pengolahan sawit atau hilirisasi sawit. Pasaman Barat dinilai memiliki potensi besar karena merupakan salah satu daerah penghasil sawit utama di Sumbar.
"Hasil hilirisasi sawit berpotensi menghasilkan berbagai produk strategis seperti biodiesel, avtur dan produk turunan lainnya yang dibutuhkan pasar dalam maupun luar negeri," ujar Gubernur.
"Sawit memiliki banyak turunan yang bisa dikembangkan melalui hilirisasi. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah," jelasnya.
Pengembangan kawasan Teluk Tapang diharapkan memperkuat fungsi pelabuhan, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta membuka peluang kerja dan investasi bagi masyarakat Pasaman Barat dan Sumbar secara umum.




