Top
Begin typing your search above and press return to search.

Target Tri Sukses Haji 2026, Kemenhaj perketat pengawasan operasional di Bekasi

Target Tri Sukses Haji 2026, Kemenhaj perketat pengawasan operasional di Bekasi
X

Irjen Kemenhaj, Dendi Suryadi, di hadapan jajaran PPIH dan perwakilan KBIHU, di Asrama Haji Bekasi, Sabtu (28/3/2026)

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai mengintensifkan pengawasan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Langkah strategis ini dilakukan di Asrama Haji Bekasi, Sabtu (28/3/2026), untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar menjelang keberangkatan jemaah.

"Pengawasan menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh tahapan operasional berjalan optimal," tegas Irjen Kemenhaj, Dendi Suryadi, di hadapan jajaran PPIH dan perwakilan KBIHU, dikutip dari keterangan tertulis.

Dendi menekankan pentingnya semangat fastabiqul khairat dalam memberikan pelayanan. Ia mengingatkan bahwa waktu yang tersisa hanya sekitar 25 hari menuju keberangkatan jemaah ke Arab Saudi sehingga pengawalan ketat sangat diperlukan.

"Seluruh persiapan harus dikawal dengan ketat agar tidak terjadi kegagalan dalam proses operasional," ujar Dendi Suryadi menambahkan.

Target besar tahun ini difokuskan pada konsep Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual melalui manasik, sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, serta sukses peradaban melalui pembinaan karakter jemaah.

Dendi juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap plan of execution control (POEC). "Kita ingin memastikan seluruh jemaah berangkat dalam kondisi sehat, melaksanakan ibadah dengan baik, dan kembali ke tanah air meraih haji yang mabrur," jelas Dendi Suryadi.

Selain aspek ibadah, Kemenhaj menetapkan indikator keberhasilan yang ketat, termasuk nol kasus penyelewengan dan praktik KKN. Indikator lainnya adalah terserapnya 100 persen kuota haji Indonesia yang mencapai 203.320 jemaah reguler dan 17.780 jemaah haji khusus.

"Tidak adanya kasus penyelewengan dan praktik KKN dalam operasional haji," tegas Dendi Suryadi sebagai salah satu poin keberhasilan yang harus dicapai.

Kemenhaj juga menargetkan penurunan angka kematian jemaah serta meminimalisir keluhan selama operasional berlangsung. Untuk wilayah Jawa Barat sendiri, terdapat 29.643 jemaah yang terbagi dalam dua embarkasi, yakni Bekasi (28 kloter) dan Indramayu (40 kloter).

"Terserapnya 100 persen kuota haji Indonesia," pungkas Dendi saat menjelaskan target serapan kuota tahun ini.

Melalui pengawasan yang intensif, Kemenhaj berkomitmen meningkatkan koordinasi lintas sektor demi memberikan pengalaman ibadah haji yang aman, nyaman, dan bermakna bagi seluruh jemaah Indonesia.

Bhery Hamzah/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire