TNI AL kerahkan tim penyelamat ke lokasi bencana di Sumatera

Sejumlah prajurit TNI AL berbaris saat melepas keberangkatan KRI dr Soeharso di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (30/11/2024). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Sejumlah prajurit TNI AL berbaris saat melepas keberangkatan KRI dr Soeharso di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (30/11/2024). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
TNI AL mengerahkan tim penyelamat yang terdiri dari gabungan tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) untuk membantu pencarian dan evakuasi akibat bencana yang terjadi di berbagai wilayah di Sumatera.
"Operasi ini melibatkan personel khusus penyelamat," kata Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, tim penyelamat itu dilengkapi dengan helikopter untuk mendukung misi pengintaian udara, evakuasi, dan pengiriman bantuan cepat. Dia mengatakan lima helikopter dibawa oleh TNI AL menggunakan sejumlah KRI yang juga berlayar membawa bantuan logistik.
"TNI AL juga telah mengantisipasi pengerahan pasukan tambahan ke lokasi bencana dengan mengerahkan personel dan material dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) di masing-masing Kodaeral," katanya.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan sejumlah kapal yang dikerahkan menuju Sumatera dengan membawa helikopter itu diproyeksikan tiba dalam dua atau tiga hari ke depan setelah diberangkatkan pada hari Minggu ini.
"Harapannya helikopter yang kita bawa ini juga bisa langsung ke daerah-daerah lokasi yang sulit dijangkau dan bisa men-drop bantuan logistik di sana," kata Ali saat meninjau KRI dr Soeharso yang membawa bantuan logistik.
Dia menilai lokasi bencana yang paling parah terdampak terjadi di daerah Aceh, dan Sibolga dan Nias (Sumatera Utara). Untuk saat ini, menurut dia, prajurit Marinir TNI AL juga sudah beroperasi di lokasi-lokasi bencana menggunakan perahu karet, guna menolong warga yang terperangkap di atap-atap rumah akibat banjir yang tinggi.
"Jadi kita koordinasi semua TNI ya, bukan hanya Angkatan Laut saja. Sebenarnya sekarang ini bantuan dari ada Angkatan Udara sudah mengirimkan beberapa Hercules, kemudian A400," kata Ali.




