Top
Begin typing your search above and press return to search.

Transmigrasi Era Baru: Dari pemindahan penduduk ke industrialisasi

Transmigrasi Era Baru: Dari pemindahan penduduk ke industrialisasi
X

Radio Elshinta/ (Awaluddin Marifatullah)

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan dua tantangan utama yang tengah dihadapi Kementerian Transmigrasi, yaitu mengubah persepsi publik terhadap transmigrasi dan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Mentrans mengatakan transmigrasi masih dipahami masyarakat sebagai pemindahan penduduk semata.

“Mengubah persepsi itu tidak mudah. Masyarakat kita pada umumnya sudah terlanjur memahami transmigrasi itu hanya memindahkan orang dari Jawa ke luar Pulau Jawa. Memindahkan orang dari tempat yang padat ke tempat yang jarang. Memindahkan kemiskinan. Bahkan lebih parah lagi memindahkan masalah. Inilah persepsi yang sudah terlanjur terbentuk di masyarakat,” kata Menteri Iftitah saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kementerian Transmigrasi dengan Pemda Nusa Tenggara Barat dan dinas terkait yang mengurusi transmigrasi, Jumat (29/8).

“Bapak Presiden Prabowo membentuk Kementerian Transmigrasi tentu bukan itu tujuannya. Bukan itu tujuannya. Bapak Presiden Prabowo Subianto ingin agar kesejahteraan masyarakat menjadi jauh lebih baik melalui program Transmigrasi,” sambung Mentrans.

Tantangan kedua, lanjut Menteri Iftitah, menciptakan sumber kehidupan yang layak dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi. Faktanya program transmigrasi di masa lalu mengirimkan 250 KK ke kawasan transmigrasi, namun saat dicek kembali hanya tinggal 1 KK, mereka kembali ke daerahnya lagi lantaran tidak adanya kepastian kehidupan.

“Tentu kita tidak ingin itu terjadi di masa kini dan masa mendatang. Kenapa? Karena sia-sia anggaran yang sudah diberikan oleh negara. Jadi tantangannya bagaimana memastikan masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi atau tidak di kawasan transmigrasi itu betah dan mendapatkan kepastian kehidupan yang lebih baik. Memberikan kepastian akan kehidupan yang lebih baik itulah tantangan kita saat ini,” beber Mentrans.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Menteri Iftitah menekankan perlunya pendekatan baru dengan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

“Dulu strateginya kirim semut, sekarang kami menciptakan gulanya dulu. Artinya, kita bangun daya tarik ekonomi di kawasan transmigrasi agar orang datang karena ada kehidupan yang menjanjikan,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Kementerian Transmigrasi telah mengirim 2.000 peneliti ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk memetakan potensi ekonomi lokal dan memastikan distribusi sumber daya manusia unggul ke wilayah tersebut.

Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa transmigrasi harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan nasional. (Awaluddin Marifatullah)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire