Top
Begin typing your search above and press return to search.

Umat Muslim Bali gaungkan moderasi beragama saat Shalat Idul Fitri

Umat Muslim di Bali menggaungkan semangat moderasi beragama saat Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Denpasar, Sabtu.

Umat Muslim Bali gaungkan moderasi beragama saat Shalat Idul Fitri
X

Umat Muslim mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (21/3/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.

Umat Muslim di Bali menggaungkan semangat moderasi beragama saat Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Denpasar, Sabtu.

“Ini tentang bagaimana kita hidup bermasyarakat yang majemuk, tadi disampaikan tentang moderasi beragama jadi kita bukan hanya hablun minallah atau artinya kita hanya menyembah Allah saja,” kata Khatib Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Masrur, di Denpasar, Sabtu.

Ia juga mengajak seluruh umat Muslim hidup berdampingan dengan orang lain secara baik atau yang disebut hablun minannas.

Apalagi, kata dia, warga yang tinggal di Bali sebagai memiliki semangat menjaga moderasi dan toleransi beragama karena daerah itu dengan masyarakat yang majemuk sebagai ikon moderasi beragama

“Bali ini kan sebagai ikon sebenarnya moderasi beragama, yang selama ini sudah berjalan berabad-abad, jadi kita pertahankan jangan sampai ada kelompok-kelompok tertentu yang kemudian menimbulkan konflik karena dengan alasan agama, karena agama sudah jelas ajarannya, yaitu hablun minallah, hablun minannas,” ujarnya.


Ia mencontohkan tentang moderasi beragama pada Shalat Idul Fitri di Lapangan Lumintang, di mana umat Muslim tidak sibuk sendiri karena hadir pecalang atau satuan pengamanan desa adat di Bali yang bahu-membahu bersama kepolisian mengamankan lalu lintas.

Setiap tahun, katanya, jumlah umat yang mengikuti Shalat Id terus meningkat, bahkan tahun ini 5.000 orang diperkirakan hadir memadati lapangan tersebut untuk Shalat Idul Fitri.

“Semua panitia sudah koordinasi dengan baik dan alhamdulillah ternyata hari ini tanggal ini (Idul Fitri) jadi persiapan panitia tidak mepet Nyepi, sudah dilaksanakan dengan maksimal dan kami juga dibantu oleh pecalang-pecalang, itu yang kami bangga dengan semuanya,” kata Masrur.

Panitia melihat masyarakat melaksanakan Shalat Id di lapangan tersebut tahun ini terjadi peningkatan. Diperkirakan kemeriahan ini terjadi lantaran umat menemukan kedamaian kehidupan di Bali, terlebih tahun ini Idul Fitri berhimpitan waktunya dengan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan umat Hindu.

Mereka yang Shalat Id di tempat itu, biasanya karena tidak mudik atau sudah menetap di Bali. Lapangan Lumintang tak jauh dari wilayah Kampung Muslim yang sejak lama berkembang di Bali.

Setelah Shalat Idul Fitri, umat Muslim melanjutkan silaturahim dengan keluarga atau orang yang lebih tua di daerah itu.

Salah satu umat, Valentina Septa (22), mengaku senang karena pertama kali melakukan Shalat Id di lapangan tersebut bersama ribuan orang.

Perempuan berasal dari Belanda tersebut, mengaku di negaranya tak ada kegiatan seperti itu. Selama ini, Ramadhan dilakukan secara sendiri-sendiri dan Shalat Idul Fitri berlangsung di rumah.

“Saya dari Belanda tapi dulu lahir di Indonesia, setengah tahun terakhir balik ke Bali, di sini Ramadhan dan shalat panas tapi tetap terkoneksi dengan Tuhan karena suasananya lebih bagus di sini banyak Muslim, sedangkan di Belanda semua sendiri-sendiri,” ujarnya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire