UMKM Go Global: Memanfaatkan E-Commerce Cross-Border

Di era digital, batas geografis bukan lagi penghalang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar internasional. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar global melalui platform e-commerce cross-border, seperti Amazon, Alibaba, dan TikTok Shop.
Dengan populasi digital yang terus berkembang dan tren belanja daring yang mendunia, teknologi menjadi pintu masuk bagi UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat daya saing.
Hanya saja, perjalanan menuju pasar global tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Ada tantangan yang harus dihadapi, mulai dari urusan logistik, pembayaran internasional, hingga sertifikasi produk. Karena itu, mari kita bahas bersama peluang, hambatan, solusi, dan pandangan para ahli agar UMKM Indonesia bisa benar-benar sukses memanfaatkan e-commerce lintas negara.
Go global
UMKM perlu go global karena pasar internasional menawarkan peluang yang jauh lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan permintaan domestik. Dengan menjual produk ke luar negeri, pelaku UMKM dapat menjangkau jutaan calon konsumen yang tertarik pada produk unik dari Indonesia. Hal ini membuka kesempatan untuk meningkatkan penjualan dan memperkuat posisi bisnis di tengah persaingan global.
Selain itu, ekspansi ke pasar internasional membantu UMKM melakukan diversifikasi risiko. Mengandalkan satu pasar membuat bisnis rentan terhadap fluktuasi ekonomi lokal, perubahan kebijakan, atau penurunan daya beli. Dengan merambah pasar global, UMKM dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan dan menciptakan stabilitas usaha yang lebih baik.
Produk lokal Indonesia juga memiliki nilai tambah yang tinggi di mata konsumen global. Kerajinan tangan, fesyen, dan makanan khas Indonesia menawarkan keunikan budaya yang sulit ditemukan di negara lain. Keunggulan ini menjadi daya tarik utama yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk bersaing di pasar internasional, bukan hanya melalui harga, tetapi juga melalui kualitas dan cerita di balik produk.
Salah satu tantangan terbesar bagi UMKM yang ingin go global adalah masalah logistik. Biaya pengiriman internasional yang tinggi dan waktu pengiriman yang lama sering menjadi kendala utama.
Meskipun demikian, jangan khawatir, kini banyak platform e-commerce menawarkan layanan fulfillment global. Dengan memanfaatkan jasa ekspedisi internasional, seperti DHL atau FedEx, serta layanan Amazon FBA yang memungkinkan produk disimpan di gudang luar negeri, UMKM bisa mempercepat pengiriman dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Selain logistik, pembayaran internasional juga sering bikin pusing. Banyak pelaku UMKM belum familiar dengan metode pembayaran global, sehingga transaksi lintas negara terasa rumit. Untungnya, platform e-commerce modern sudah menyediakan integrasi pembayaran internasional yang aman dan mudah digunakan. Solusi praktis bagi UMKM adalah mendaftar di layanan, seperti PayPal atau Stripe, atau memanfaatkan sistem escrow yang disediakan marketplace untuk menjamin keamanan transaksi.
Regulasi dan sertifikasi produk juga tak kalah penting. Setiap negara punya aturan impor berbeda, sehingga UMKM perlu memahami persyaratan agar produk mereka diterima di pasar tujuan. Sertifikasi justru bisa menjadi peluang karena meningkatkan kepercayaan konsumen. Caranya? Pelajari regulasi negara tujuan, gunakan jasa konsultan ekspor, dan pastikan produk memiliki sertifikasi internasional, seperti FDA untuk makanan atau CE untuk produk elektronik.
Terakhir, literasi digital masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku UMKM. Tidak semua pelaku usaha menguasai teknologi yang diperlukan untuk berjualan di platform global. Meski demikian, peluang untuk mengatasi masalah ini cukup besar karena pemerintah dan berbagai platform e-commerce menyediakan program pelatihan digital. UMKM dapat mengikuti program, seperti Google Gapura Digital atau Shopee UMKM Academy untuk meningkatkan kemampuan digital mereka dan memanfaatkan teknologi secara optimal.
Menurut Philip Kotler dalam bukunya Marketing 4.0, “Bisnis yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar global akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.” Hal ini sejalan dengan analisis McKinsey & Company yang menyebutkan bahwa digitalisasi dapat meningkatkan ekspor UMKM hingga 30 persen jika didukung oleh infrastruktur logistik dan pembayaran yang memadai.
Kementerian Koperasi dan UKM RI juga menekankan bahwa “UMKM yang go digital memiliki peluang tiga kali lipat lebih besar untuk bertahan dan berkembang di era globalisasi.” Artinya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Strategi praktis
Langkah pertama yang harus dilakukan UMKM untuk go global adalah memilih produk yang tepat. Tidak semua produk cocok untuk pasar internasional, sehingga pelaku usaha perlu fokus pada produk yang memiliki keunikan, ringan, dan permintaan tinggi di luar negeri. Produk yang mudah dikirim dan memiliki nilai budaya biasanya lebih menarik bagi konsumen global.
Setelah menentukan produk, branding menjadi kunci utama. UMKM harus mampu menampilkan produk dengan cara yang profesional, menggunakan bahasa Inggris yang jelas, foto berkualitas tinggi, dan cerita yang menggambarkan nilai budaya di balik produk. Storytelling yang kuat dapat membedakan produk UMKM dari kompetitor dan menciptakan daya tarik emosional bagi konsumen.
Selain itu, UMKM harus menyiapkan sistem pembayaran global yang aman dan transparan. Metode pembayaran internasional, seperti PayPal atau Stripe perlu dipertimbangkan agar transaksi lintas negara berjalan lancar. Keamanan dan kejelasan biaya sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen.
Terakhir, pemenuhan sertifikasi dan regulasi tidak boleh diabaikan. Setiap negara memiliki aturan impor yang berbeda, sehingga UMKM perlu memastikan produk mereka memenuhi standar yang berlaku. Sertifikasi internasional, seperti FDA untuk makanan atau CE untuk produk elektronik akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan mempermudah proses ekspor.
Digitalisasi membuka peluang yang sangat besar bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar global. Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan, meningkatkan efisiensi, dan bersaing di pasar internasional. Transformasi digital memungkinkan UMKM untuk mengakses platform e-commerce, memanfaatkan sistem pembayaran global, serta mengoptimalkan strategi pemasaran agar lebih efektif dan terukur.
Meski tantangan, seperti logistik, regulasi, dan literasi digital masih ada, semua dapat diatasi dengan strategi yang tepat, dukungan regulasi, dan pemanfaatan teknologi yang tersedia. Jika UMKM mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang ini, Indonesia tidak hanya akan menjadi pemain lokal, tetapi juga mampu bersaing di panggung global sebagai negara dengan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Jika UMKM mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang ini, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai pemain lokal, tetapi juga sebagai negara dengan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi di panggung global.




