Top
Begin typing your search above and press return to search.

Usai videonya viral, Fikri si pemulung cilik kini masuk Sekolah Rakyat

Pasca-viral memulung di jalanan Jakarta, Fikri (6) kini mendapatkan pengasuhan dan pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Terpadu 4 Sumedang.

Usai videonya viral, Fikri si pemulung cilik kini masuk Sekolah Rakyat
X

Foto: Kemensos

Fikri (6), bocah yang videonya sempat viral saat memulung barang bekas di jalanan Jakarta, kini memulai babak baru dalam hidupnya. Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 4 Sumedang memberikan akses pendidikan dan pengasuhan layak bagi anak tersebut.

Fikri resmi menempuh pendidikan di SRT 4 Sumedang sejak 30 Maret 2026. Langkah ini diambil setelah kepolisian memediasi dan mengantarkan Fikri kepada ibu kandungnya di Sumedang, Jawa Barat.

Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang kurang memadai, Fikri diusulkan untuk masuk ke Sekolah Rakyat agar mendapatkan fasilitas yang lebih terjamin.

Awalnya, Fikri sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, melalui pendampingan intensif dari para wali asuh, wali asrama, dan guru, bocah yang sebelumnya kerap terlihat murung tersebut kini mulai bisa bersosialisasi dan tertawa lepas.

"Aku tinggal di sini (Sekolah Rakyat). Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. semua baik-baik," ujar Fikri dalam keterangan tertulis yang dibagikan Kemensos, Jumat (17/4/2026).

Kisah pilu Fikri bermula dari perpisahan kedua orang tuanya, Sri dan M. Ulmi. Perpisahan tersebut membuat Fikri terpisah dari saudara-saudaranya. Ia dan adiknya, Noval (4), sempat tinggal bersama sang ayah di Jakarta.

Kondisi semakin sulit ketika ayah sambungnya harus mendekam di penjara. Demi membantu neneknya memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fikri terpaksa turun ke jalan mengais botol bekas dan sampah di usia yang seharusnya dihabiskan untuk belajar.

Di Sekolah Rakyat, Fikri tidak hanya mendapatkan pendidikan formal. Lembaga ini memberikan pengasuhan menyeluruh, termasuk jaminan asupan gizi melalui makanan sehat yang disediakan rutin untuk seluruh anak asuh.

"Aku juga bisa makan, makanannya enak banget. Aku jadi kuat," kata Fikri.

Pihak sekolah memastikan bahwa setiap anak yang dijangkau oleh Sekolah Rakyat akan dirawat sepenuh hati. Selain ruang belajar yang memadai, kehadiran wali asrama dan guru bertujuan untuk memberikan figur pengganti orang tua agar perkembangan emosional anak tetap terjaga.


Suwiryo/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire