Wagub: Jamaah haji asal Banten berangkat dari embarkasi di Tangerang

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah bersama Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wali Kota Tangerang Sachrudin dan anggota DPR serta Kemenag meninjau kesiapan Grand El Hajj Cipondoh di Kota Tangerang sebagai embarkasi Banten. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah bersama Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wali Kota Tangerang Sachrudin dan anggota DPR serta Kemenag meninjau kesiapan Grand El Hajj Cipondoh di Kota Tangerang sebagai embarkasi Banten. ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan mulai tahun 2026, seluruh jamaah haji asal Banten berangkat dari embarkasi Embarkasi Provinsi Banten di Grand El Hajj Cipondoh, Kota Tangerang.
"Ada 9.000 jamaah haji asal Banten yang selama ini diberangkatkan melalui Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, mulai 2026 akan langsung berangkat dari embarkasi sendiri di Cipondoh, Kota Tangerang," kata Wagub Dimyati saat meninjau kesiapan Grand El Hajj Cipondoh di Kota Tangerang sebagai embarkasi Banten.
Dalam keterangannya di Tangerang Rabu, Ia menyampaikan, beroperasinya embarkasi Banten merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kehadiran embarkasi di Banten akan memberikan kemudahan akses, efisiensi waktu, dan kenyamanan bagi jamaah sebelum bertolak ke Tanah Suci.
“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupten/kota di Banten. Semua untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah,” ujarnya.
Wamen Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan pembangunan dan kesiapan embarkasi merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Pemerintah Kota Tangerang menghibahkan lahan, sedangkan Pemerintah Provinsi Banten mendukung pembangunan infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan masjid.
“Mulai 2026, masyarakat Banten bisa berangkat ke Tanah Suci langsung dari embarkasi Banten,” ungkapnya.
Ia juga menerangkan, embarkasi Banten akan menjadi percontohan program one-stop services bagi jamaah umrah. Namun demikian, layanan tersebut bersifat pilihan.
“One-stop services itu opsi pelayanan, bukan mandatori. Jamaah tetap bisa memilih layanan sesuai kebutuhan,” jelas Dahnil.
Jamaah umrah, lanjutnya, dapat berangkat secara mandiri. Melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), langsung ke bandara, atau memanfaatkan fasilitas asrama haji.
One-stop services merupakan inisiatif Kementerian Haji dan Umrah yang bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia serta Direktorat Jenderal Imigrasi. Melalui skema ini, seluruh proses keberangkatan dilayani dalam satu lokasi di asrama haji. Mulai dari proses keimigrasian, pengurusan tiket pesawat, manasik, hingga penginapan domestik.
“Di asrama haji tersedia fasilitas manasik, termasuk miniatur Kakbah dan sarana latihan sa’i. Ini memudahkan jamaah,” katanya.
Dahnil menambahkan, setiap hari terdapat sekitar 3.000 hingga 4.000 jamaah umrah yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dengan jumlah tersebut, dibutuhkan layanan terpadu yang nyaman dan ekonomis.
“Asrama haji menjadi salah satu pilihan tempat istirahat yang lebih terjangkau dan layak bagi jamaah,” pungkasnya.
Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang anten siap merapikan area sekitar setelah Asrama Haji Banten, Grand El Hajj Cipondoh ditetapkan sebagai Embarkasi Haji Provinsi Banten pada musim haji 2026/1447 Hijriah.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan Pemkot telah mengajukan peningkatan infrastruktur, termasuk perluasan akses jalan agar kenyamanan jemaah semakin terjamin.
"Jalan akses menuju embarkasi haji ini menjadi kewenangan Provinsi Banten. Kami harapkan bisa dilakukan pelebaran guna kenyamanan jemaah haji dan umrah," kata Wali Kota Sachrudin.
Ia juga menambahkan hadirnya embarkasi Banten di Kota Tangerang maka jemaah tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Pondok Gede sebab bisa langsung berangkat dari kota sendiri
"Beroperasinya Embarkasi Haji Provinsi Banten ini, diharapkan menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi perjalanan," katanya.




