Wagub tinjau calon lahan Sekolah Garuda di Gorontalo Utara

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat meninjau langsung lokasi yang dipilih untuk pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Gorontalo Utara. ANTARA/HO-Kominfotik Provinsi Gorontalo
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat meninjau langsung lokasi yang dipilih untuk pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Gorontalo Utara. ANTARA/HO-Kominfotik Provinsi Gorontalo
Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau calon lahan Sekolah Garuda di Desa Botuwombato, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Hal itu kata Wagub di Gorontalo, Rabu dilakukan sebagai komitmen pemerintah provinsi yang terus mematangkan kesiapan pembangunan Sekolah Garuda sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Dalam peninjauan tersebut, Wagub didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad, serta Staf Khusus Ramla Habibie dan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara Suleman Lakoro bersama jajaran.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, lokasi yang berada di Desa Botuwombato tersebut dinilai memiliki sejumlah keunggulan strategis dibandingkan alternatif lokasi sebelumnya. Selain kesiapan lahan, kawasan ini menawarkan panorama alam yang mendukung pengembangan kawasan pendidikan yang representatif.
“Lokasi ini memiliki keunggulan dari sisi pemandangan yang sangat mendukung, dengan panorama laut dan perbukitan yang dapat menjadi daya tarik tersendiri,” kata Idah.
Dari aspek aksesibilitas, lokasi tersebut juga dinilai memadai. Jarak dari jalan utama menuju titik lahan sekitar 500 meter. Sementara itu, akses dari bandara menuju lokasi relatif dekat, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 25 menit.
Wakil Gubernur juga menjelaskan sebelumnya Pemerintah Provinsi Gorontalo telah mengusulkan lokasi pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Boalemo, namun berdasarkan hasil peninjauan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi beberapa waktu lalu, lokasi tersebut belum memperoleh persetujuan karena dinilai belum memenuhi kriteria optimal.
“Kami diminta untuk menyiapkan alternatif lokasi yang lebih siap. Kami meninjau langsung di Gorontalo Utara yang dinilai memiliki keunggulan dari berbagai aspek,” katanya.
Idah menekankan pentingnya percepatan tindak lanjut hasil peninjauan melalui penyusunan dokumen pendukung yang komprehensif. Hal ini meliputi profil lahan serta materi audio visual sebagai bahan presentasi kepada Kementerian.
“Saya minta pak Sekda segera ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen dan video pendukung agar dapat dipresentasikan kepada Pak Menteri dan Ibu Wakil Menteri sebagai bagian dari proses pengusulan,” katanya pula.
Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 45 hektare, dengan keperluan pembangunan Sekolah Garuda diperkirakan mencapai 20 hektare. Lahan tersebut merupakan eks-Hak Guna Usaha (HGU) yang saat ini telah menjadi aset Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, sehingga dari sisi legalitas dinilai siap untuk dimanfaatkan.




