Wali Kota Tangerang: Pendangkalan Kali Cirarab penyebab banjir Periuk

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan pendangkalan di Kali Cirarab menjadi penyebab terjadinya banjir di sejumlah pemukiman warga di wilayah Periuk.
"Pendangkalan di Kali Cirarab sangat luar biasa sekali. Hasil cek lapangan Dinas PUPR, dari lebar 15 meter, kini tersisa hanya tiga hingga delapan meter. Artinya perlu dilakukan upaya normalisasi," kata Wali Kota Sachrudin di Tangerang, Rabu.
Untuk normalisasi, lanjut Wali Kota, Gubernur Banten Andra Soni telah bersiap untuk melakukannya sebagai upaya antisipasi dan mitigasi banjir kembali. Sehingga nantinya aliran di kali Ledug dan Cirarab kembali lancar dan tak melimpas ke pemukiman warga. Sedangkan beberapa tanggul yang alami kebocoran dan lainnya, telah ditangani oleh Dinas PUPR.
"Ini upaya kita mengatasi banjir di Periuk. Kendala lain yang menjadi penyebab banjir akan terus kita inventarisir. Kita juga ajak warga tak membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar mengatakan normalisasi Kali Cirarab adalah solusi untuk mengatasi banjir di Periuk yang merendam pemukiman warga seperti Total Persada. Pendangkalan yang terjadi dan intensitas hujan yang lebat menyebabkan ketinggian air yang merendam pemukiman warga sangat tinggi di atas tiga meter.
Namun demikian, sejak awal pekan hingga kini ketinggian air terus menurun melalui upaya penyedotan dan juga volume air di Kali Cirarab yang berkurang. Berdasarkan pemantauan terkini melalui sistem pemantauan realtime milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang menunjukkan ketinggian air di Kali Ledug telah menurun hingga hampir mencapai status normal.
"Petugas tetap kami siagakan hingga banjir surut total dan membantu warga juga melakukan pembersihan rumahnya," ujarnya.




