Top
Begin typing your search above and press return to search.

‎Wapres ke-6 RI Try Sutrisno wafat, Mayjen (Purn) Soewarno kenang sosok disiplin

‎Mantan Kapuspen ABRI Mayjen TNI (Purn) Soewarno mengenang almarhum Wapres ke-6 RI sebagai sosok disiplin, agamis, dan tak pernah menunjukkan kekuasaan

‎Wapres ke-6 RI Try Sutrisno wafat, Mayjen (Purn) Soewarno kenang sosok disiplin
X

Almarhum Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, tutup usia akan disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, Senin (2/3/2026). Foto : Radio Elshinta Arie Dwi P

Wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, meninggalkan duka mendalam bagi bangsa. Bagi kalangan militer, almarhum bukan hanya tokoh nasional, tetapi juga panutan dalam kepemimpinan.

‎‎Mantan Asisten Sosial Politik (Asospol) Kasospol ABRI sekaligus mantan Kapuspen ABRI, Mayjen TNI (Purn) Soewarno Adiwidjoyo, mengenang almarhum sebagai senior yang disiplin dan taat pada garis komando.

‎‎“Saya juga ikut berdukacita atas wafatnya beliau,” ujar Soewarno saat wawancara Radio Elshinta Senin (2/3/2026) pagi.

‎‎Menurutnya, sejak awal karier militer, almarhum dikenal sebagai perwira yang sangat patuh kepada atasan. “Beliau itu sangat disiplin. Ketika menjadi Wakil Presiden pun, beliau sangat patuh kepada Presiden. Dalam kedinasan, beliau juga tunduk pada perintah panglima,” katanya.

‎‎Soewarno menjelaskan, almarhum merupakan lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat di Bandung dan lebih senior darinya. Selisih enam tahun kelulusan pada era 1960-an, kata dia, sudah menciptakan jarak kepangkatan yang cukup jauh.

‎‎“Dalam jenjang militer, selisih enam tahun itu sudah sangat jauh. Jadi saya memang tidak terlalu mengenal beliau secara personal, tetapi secara kedinasan saya mengikuti kiprah beliau,” tuturnya.

‎‎Di mata Soewarno, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tenang dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Ia mengaku hampir tak pernah mendengar almarhum marah kepada bawahan.

‎‎“Beliau tidak pernah menunjukkan kekuasaan. Keputusan-keputusannya selalu kami nilai sangat bijaksana,” ujarnya.

‎Agamis dan berpegang pada nilai Al-Qur’an

‎Satu hal yang paling berkesan bagi Soewarno adalah sisi religius almarhum. Ia menyebut, dalam berbagai pengarahan kepada jajaran TNI kala itu, almarhum kerap mengingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh isu.

‎‎“Beliau pernah mengutip ayat Al-Qur’an tentang pentingnya menyaring informasi. Waktu itu memang banyak isu-isu yang berkembang. Beliau mengingatkan agar tidak semua berita langsung dipercaya,” katanya.

‎‎Menurut Soewarno, sikap tersebut menunjukkan fondasi kepemimpinan almarhum yang berlandaskan nilai-nilai agama. “Kami melihat beliau sangat agamis. Itu yang membuat kami hormat,” tambahnya.

‎‎Pada masa itu, lanjut Soewarno, sempat berkembang persepsi adanya kelompok-kelompok di internal militer. Namun, ia menilai almarhum tetap konsisten menjalankan tugas sesuai garis komando.

‎‎“Banyak yang bilang beliau kelompok ini atau kelompok itu. Padahal tidak. Beliau hanya patuh kepada atasan dan menjalankan perintah dengan disiplin,” tegasnya.

‎‎Soewarno menambahkan, wafatnya almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

‎‎“Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Semoga segala amal ibadah beliau diterima dan diampuni segala khilafnya,” tutupnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire