Top
Begin typing your search above and press return to search.

Warga keluhkan JPO Kampung Rambutan yang rusak menahun

Kondisi fisik jembatan yang amblas dan tanpa atap dinilai membahayakan keselamatan, hingga kini belum ada respons dari Dinas Bina Marga.

Warga keluhkan JPO Kampung Rambutan yang rusak menahun
X

Foto: Heru Lianto/Radio Elshinta

Fasilitas publik di kawasan Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, tengah menjadi sorotan. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan area terminal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun tanpa tersentuh perbaikan.

Berdasarkan pantauan dan keluhan warga sekitar, kerusakan jembatan tersebut bukan merupakan hal baru. Struktur bangunan yang kian memburuk membuat masyarakat khawatir saat harus melintas.

“Sudah lama banget, dua tahun atau tiga tahun lah kondisinya rusak. Bukan baru sekarang,” ujar seorang warga bernama Farida (bukan nama sebenarnya) kepada Radio Elshinta, Kamis (3/4/2026).

Farida mengungkapkan, ketakutan warga bukan tanpa alasan. Alas jembatan yang mulai amblas dan struktur yang goyah dianggap sebagai ancaman nyata bagi keselamatan nyawa pejalan kaki.

“Orang sudah takut lewat situ. Alasnya juga sudah amblas. Saya saja ngeri,” kata dia.

Selain masalah struktur lantai, bagian atap JPO juga terpantau compang-camping. Banyak bagian atap yang hilang sehingga tidak lagi mampu melindungi pejalan kaki dari panas maupun hujan. Farida pun mempertanyakan tanggung jawab pemerintah jika terjadi kecelakaan akibat material jembatan yang rapuh.

“Dulu ada atapnya, sekarang sudah pada hilang. Kotor lagi. Kalau atapnya terbang kena kepala orang, siapa yang tanggung jawab?” tuturnya.

Minimnya perawatan dan pengawasan membuat JPO ini beralih fungsi. Pada sore hingga malam hari, fasilitas ini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk berkumpul dan melakukan aktivitas negatif.

“Kalau sore sampai malam, banyak orang nongkrong, tidur di situ. Orang-orang yang nggak jelas. Saya lihat hampir tiap malam ada saja yang teler (mabuk) di situ,” ungkap Farida.

Kondisi ini menambah keresahan warga, terutama bagi mereka yang terpaksa melintas di malam hari. Di sisi lain, warga bernama Masdis menilai desain JPO yang menggunakan tangga curam sejak awal sudah tidak ramah bagi kelompok rentan.

“Orang sudah malas naik tangga. Apalagi yang tua-tua (Lansia), nggak mau,” jelas Masdis.

Ketidakjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas perbaikan JPO ini sempat mencuat. Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menegaskan bahwa pemeliharaan jembatan tersebut bukan berada di bawah kewenangannya.

“Itu (JPO) bukan ranah kami, tapi Bina Marga,” tegas Revi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, belum memberikan respons saat dikonfirmasi melalui pesan WhatApp

Heru Lianto/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire