Warga Palembang jaga tradisi umpak-umpakan usai shalat Idulfitri
Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan terus menjaga tradisi umpak-umpakan atau silaturahim dengan tetangga di kawasan permukiman penduduk usai shalat Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri.

Warga Palembang jalankan tradisi umpak-umpakan usai salat id. ANTARA/Yudi Abdullah.
Warga Palembang jalankan tradisi umpak-umpakan usai salat id. ANTARA/Yudi Abdullah.
Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan terus menjaga tradisi umpak-umpakan atau silaturahim dengan tetangga di kawasan permukiman penduduk usai shalat Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri.
Warga yang menjaga atau melestarikan tradisi umpak-umpakan pada Lebaran 1447 Hijriah/2026 itu seperti di kawasan permukiman/perkampungan 5 Ulu dan Komplek Perumahan YPP Palembang, Sabtu.
Salah seorang warga keturunan asli Palembang Kemas Riki Gunawan menjelaskan tradisi tersebut perlu terus dilestarikan agar bisa dilanjutkan oleh anak-anak generasi muda.
"Anak-anak di kawasan kampung kami 5 Ulu, seusai salat id selalu diikutsertakan dalam kegiatan umpak-umpakan mengunjungi rumah sesepuh kampung, sanak saudara dan tetangga," ujarnya.
Menurut dia, dalam kegiatan umpak-umpakan, setelah shalat Id, warga bersama-sama pertama kali mengunjungi rumah sesepuh atau orang yang dituakan di kampung.
Selanjutnya secara bergiliran warga bersama-sama mengunjungi (sanjo) ke rumah penduduk lainnya.
Dalam silaturahim itu, warga yang dikunjungi menjamu tamu dengan berbagai makanan dan minuman sesuai dengan kemampuan masing-masing warga.
Makanan yang disajikan tuan rumah seperti makanan tradisional pempek, tekwan, model, kerupuk kemplang, dan aneka kue basah seperti maksuba, delapan jam, kojo, serta lapis legit.
Sedangkan minuman yang disajikan mulai dari teh, kopi, es buah, es krim, sirop, dan air mineral kemasan.
"Semua warga yang ada di kampung ini dikunjungi rombongan atau jemaah. Tuan rumah tidak wajib menyediakan makanan dan minuman, yang diutamakan dalam umpak-umpakan adalah silaturahim untuk saling maaf memaafkan atas kesalahan selama dalam pergaulan sehari-hari," jelas Kemas Riki.
Setelah acara umpak-umpakan di kawasan permukiman, warga Palembang
melanjutkan kunjungan ke rumah saudara, keluarga besar, teman, dan kerabat, baik yang berasal dari Kota Palembang dan beberapa daerah Sumsel lainnya, maupun yang pulang mudik dari berbagai daerah di tanah air hingga malam hari.
Suasana ramai itu dapat dilihat dari lalu lintas menuju kawasan permukiman penduduk.
Kawasan permukiman atau perkampungan penduduk di pinggiran Kota Palembang, merupakan kawasan yang paling terasa suasana Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026.
Pantauan di permukiman/perkampungan kawasan 5 Ulu Laut, Tangga Buntung, Kenten Sako Palembang, tampak mulai ramai seusai salat id yang biasanya berlangsung selama tiga hari.




