Top
Begin typing your search above and press return to search.

BPS catat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat turun

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat atau Gini Ratio Indonesia mengalami penurunan pada September 2025 dari semula 0,375 menjadi 0,363 basis poin.

BPS catat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat turun
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat atau Gini Ratio Indonesia mengalami penurunan pada September 2025 dari semula 0,375 menjadi 0,363 basis poin.

"Pada September 2025, ketimpangan sebesar 0,363 atau turun sebesar 0,012 basis poin dari Maret 2025," jelas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis.

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk diukur menggunakan Gini Ratio dengan skala antara 0 hingga 1.

Semakin tinggi nilai Gini Ratio, maka semakin tinggi tingkat ketimpangan di masyarakat.

Amalia menjelaskan secara wilayah, ketimpangan di daerah perkotaan masih tercatat lebih tinggi dibandingkan pedesaan.

Pihaknya pada September 2025 mencatat, Gini Ratio di perkotaan berada di angka 0,383, meskipun angka ini turun 0,012 basis poin dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, ketimpangan di pedesaan tercatat sebesar 0,295 atau lebih rendah 0,004 basis poin dibandingkan Maret 2025.

Selain Gini Ratio, ukuran ketimpangan lain yang digunakan adalah persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah atau dikenal sebagai ukuran Bank Dunia.

Pada September 2025, persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah tercatat sebesar 19,28 persen, naik 0,63 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 18,65 persen, serta naik 0,87 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar 18,41 persen.

Secara wilayah, pada September 2025 persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di daerah perkotaan tercatat sebesar 18,32 persen. Angka ini meningkat 0,68 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 17,64 persen, dan naik 0,88 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar 17,44 persen.

Sementara itu, di daerah perdesaan, persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah pada September 2025 tercatat sebesar 22,09 persen. Angka tersebut meningkat 0,34 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 21,75 persen, serta naik 0,70 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar 21,39 persen.

Adapun BPS mencatat pada September 2025 provinsi dengan Gini Ratio tertinggi adalah Papua Selatan sebesar 0,426, sedangkan Gini Ratio terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,214.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire