Business Networking Kemendag koneksikan ekspor 7 pasar nontradisional

Business networking digelar Kemendag mempertemukan 4 perusahaan eksportir Indonesia anggota InaExport dengan kedutaan besar enam negara serta Hong Kong Trade Development Council, di Jakarta, Kamis (9/4/2026)
Business networking digelar Kemendag mempertemukan 4 perusahaan eksportir Indonesia anggota InaExport dengan kedutaan besar enam negara serta Hong Kong Trade Development Council, di Jakarta, Kamis (9/4/2026)
Kementerian Perdagangan memfasilitasi jejaring bisnis (business networking) untuk menggali peluang ekspor ke tujuh pasar nontradisional, yaitu Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, Oman, dan Hong Kong.
Pada business networking tersebut, Kemendag mempertemukan empat perusahaan eksportir Indonesia anggota InaExport dengan kedutaan besar enam negara serta Hong Kong Trade Development Council (HKDTC). Kegiatan berlangsung, Kamis, (9/4/2026) di Ruang Permanent Trade Exhibition, Jakarta Pusat.
“Pertemuan ini menghubungkan eksportir Indonesia dengan tujuh pasar nontradisional untuk semakin memperkuat ekspor. Eksportir kita dapat memaparkan keunggulan produk sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang yang bisa dimaksimalkan ke mitra-mitra ekspor nontradisional Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menanggapi business networking tersebut secara terpisah, di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Keempat perusahaan eksportir yang hadir pada business networking, yaitu PT Queen Pacific Sukses Abadi dengan produk alas kaki, PT Oneject Indonesia dengan alat kesehatan seperti jarum suntik sekali pakai, PT Allana Maju Berdaya dengan aneka produk kerajinan tangan bernilai seni, serta PT Salaku Cara Enak Makan Salak dengan produk makanan dan minuman inovatif berbahan baku salak.
Selain itu, turut hadir Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Pusat Samrotunnajah Ismail.
“Seluruh produk yang ditampilkan oleh eksportir merupakan produk unggulan yang kami nilai berpotensi besar untuk menembus pasar ekspor di kawasan Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah,” kata Puntodewi.
Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Laos, Vonekham Singkhamvongsa, mengapresiasi keragaman dan kualitas produk-produk Indonesia pada business networking tersebut.
“Kami sangat senang bisa hadir di sini dan mengetahui lebih banyak tentang produk-produk Indonesia. Kegiatan ini sangat baik, tidak hanya bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, tetapi juga bagi kami selaku perwakilan kedutaan untuk lebih mengenal produk-produk Indonesia,” ujar Vonekham.
Sementara itu, Titin Dwi Isnaini, pemilik dari PT Allana Maju Berdaya mengapresiasi fasilitasi yang diberikan Kemendag. Ia melihat ada peluang terbuka untuk berjejaring dengan sesama pengusaha Indonesia sekaligus menggali peluang jangka panjang dengan mitra dagang Indonesia.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering dan mengundang lebih banyak perwakilan kedutaan,” ujar Titin.
Apresiasi juga disampaikan oleh Surianti, Direktur Utama dari PT Queen Pacific Sukses Abadi. Ia mengungkapkan, business networking membuka peluang bagi produknya menjangkau negara-negara baru dan berharap dapat menjangkau pasar-pasar dengan permintaan tinggi.
“Kami berharap dapat difasilitasi ekspor ke negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk kami dan Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi tarif dibandingkan negara pesaing,” ungkap Surianti.
Kemudian, Marketing Assistant Manager PT Oneject Indonesia, Dimas, berharap kegiatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut agar dapat memberikan dampak yang semakin signifikan bagi industri alat kesehatan nasional.
“Khusus untuk produk alat kesehatan, akan sangat membantu apabila hadir pula tim regulator dari negara tujuan ekspor sehingga diskusi dapat lebih teknis dan terarah. Kami harap, kegiatan seperti ini semakin sering dilaksanakan untuk mendorong ekspor Indonesia,” ungkap Dimas.
Farens Excel/Ter




