Top
Begin typing your search above and press return to search.

Danantara cermati 'net buy' saham fundamental di tengah koreksi IHSG

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mencermati sikap pelaku pasar yang melakukan aksi beli bersih (net buy) terhadap saham-saham berfundamental bagus pada perdagangan Senin (2/2).

Danantara cermati net buy saham fundamental di tengah koreksi IHSG
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mencermati sikap pelaku pasar yang melakukan aksi beli bersih (net buy) terhadap saham-saham berfundamental bagus pada perdagangan Senin (2/2).

Aksi beli tersebut dilakukan di tengah koreksi tajam yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang tertekan oleh saham-saham terpengaruh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Dari sisi trading memang agak menurun, tapi mungkin positif juga kita melihat net foreign buy first half. Memang banyak ritel melihat nih saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang valuasinya sangat tinggi mengalami koreksi. Tapi kalau dilihat saham-saham fundamental itu malah mengalami net buy dan positif," ujar CIO Danantara Pandu Patra Sjahrir di Jakarta, Senin.

Dalam wawancara cegat di Gedung BEI Jakarta itu Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir menyebutkan bahwa koreksi itu terjadi pada saham-saham yang memiliki valuasi terlalu tinggi atau memiliki nilai harga yang tidak wajar.

Sementara itu, untuk saham-saham yang memiliki fundamental bagus, Ia menyebut mengalami kenaikan seiring aksi beli (net buy) pelaku investor.

"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi ritel melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin akan mengalami koreksi dalam. Sedangkan, saham-saham yang memiliki fundamental yang baik, yang positif, kebanyakan malah institusi yang membeli," ujar Pandu.

Seiring dengan itu, fenomena inilah yang akan dicermati oleh otoritas dan stakeholders terkait di pasar modal Indonesia ke depan.

​​​​"Jadi ini juga mungkin ya salah satu yang perlu dilakukan dalam beberapa hari ke depan, kita akan melihat tren ini. Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan," ujar Pandu.

Dalam kesempatan ini, Ia merekomendasikan pelaku pasar untuk menerapkan strategi investasi jangka panjang (long term), bukan hanya jangka pendek (short term).

"Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham. Dan ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short-term, ivestasi itu harus memikir medium to long-term," ujar Pandu.

Dalam kesempatan ini, Danantara Indonesia memastikan akan turut menghadiri pertemuan antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Namun demikian, dalam pertemuan tersebut, Danantara Indonesia hanya akan mendampingi dan mengikuti jalannya pertemuan atau tidak turut serta dalam proses diskusi dengan MSCI.

“Ya nanti kan saya hanya ngikutin aja, nonton aja di sini. Yang nanti meeting adalah IDX kok. Yang meeting IDX,” ujar Pandu.

Terkait perannya di pasar modal Indonesia, Pandu mengatakan bahwa Danantara Indonesia berperan sebagai pembeli (buyer) saham, dan melihat bahwa saham-saham di pasar saham Indonesia menarik.

“Karena kami merasa saham-saham di Indonesia itu menarik karena ekonominya juga bagus dan saya merasa valuasinya juga sangat menarik. Kalau mungkin lihat ada beberapa broker pagi ini merilis, membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh Bursa," ujar Pandu.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire