Dibantu BAZNAS, usaha pastry mitra binaan di Jaktim raih omzet belasan juta rupiah
Neneng, pemilik usaha pastry “Dapoer Keitha Aneka Pastry” sekaligus mitra binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta Timur, berhasil meraih omzet belasan juta rupiah per bulan setelah mendapatkan bantuan permodalan dan pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD).

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Neneng, pemilik usaha pastry “Dapoer Keitha Aneka Pastry” sekaligus mitra binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta Timur, berhasil meraih omzet belasan juta rupiah per bulan setelah mendapatkan bantuan permodalan dan pendampingan melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD).
Usaha kuliner dengan brand “Dapoer Keitha Aneka Pastry” yang berlokasi di kawasan Utan Kayu, Matraman ini dikelola oleh Neneng dan kini semakin dikenal di masyarakat sekitar.
Sekretaris Utama (Sestama) BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc., M.A., menegaskan program BMD memang dirancang untuk menyasar pelaku usaha mikro di tingkat desa atau kelurahan agar mereka memiliki akses permodalan dan bimbingan yang tepat.
"Melalui BMD kami berkomitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat guna memastikan bahwa pelaku usaha kecil seperti Neneng mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk naik kelas," jelas Subhan Cholid dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Dapoer Keitha disukai karena memberikan beragam pilihan pastry, seperti croissant, smoked beef, cromboloni, hingga double cheese. Selain menu unggulan tersebut, terdapat 11 menu lainnya yang diproduksi secara higienis di dapur rumah Neneng sendiri untuk memastikan kualitas rasa tetap terjaga bagi para pelanggan.
Subhan menambahkan, hasil yang dicapai oleh Neneng juga menjadi bukti dari keberhasilan pengelolaan zakat produktif yang dilakukan oleh BAZNAS RI.
"Kami sangat mengapresiasi kegigihan Neneng dalam memanfaatkan fasilitas BMD sehingga usahanya mampu menghasilkan omzet yang stabil dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarganya," ujarnya.
Usaha ini awalnya didirikan oleh Neneng sebagai langkah untuk memanfaatkan keterampilan memasak yang ia miliki. Tujuan utama Neneng menjalankan usaha ini adalah untuk memperkuat stabilitas keuangan keluarga sembari memenuhi permintaan pasar akan camilan berkualitas dengan harga yang kompetitif.
Berkat kombinasi antara ketekunan pemilik dan dukungan program BAZNAS, Dapoer Keitha Aneka Pastry kini berhasil meraih omzet yang sangat menjanjikan. Dengan dukungan basis pelanggan yang setia di wilayah sekitar, usaha ini mampu mencatatkan pendapatan mencapai sekitar Rp16 juta per bulan.
“Saya sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari BAZNAS karena selain mendapatkan dukungan modal, saya juga diajarkan bagaimana mengelola usaha dengan lebih baik," kata Neneng.




