IHSG ditutup melemah dipicu ketidakpastian kebijakan tarif AS
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah dipicu oleh pelaku pasar yang merespon ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah dipicu oleh pelaku pasar yang merespon ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
IHSG ditutup melemah 115,25 poin atau 1,37 persen ke posisi 8.280,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,13 poin atau 1,19 persen ke posisi 837,63.
“IHSG dan Rupiah ditutup melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Ratna menjelaskan, ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS dan masih relatif ketatnya prospek suku bunga AS, membuat indeks dolar AS berbalik menguat.
Selain itu, ketidakpastian tersebut juga membuat harga emas mengalami koreksi dari level tertinggi selama tiga pekan terakhir, selain didorong oleh aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berpidato di hadapan Kongres AS mengenai laporan tahunan resmi, antara lain berisi tentang kondisi negara dan rencana kebijakan pemerintahannya ke depan.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati data GfK Consumer Confidence Jerman periode Maret 2026, yang diperkirakan di level minus 23,8 dari sebelumnya minus 24,1.
Sementara itu, inflasi Euro Area bulan Januari 2026 diperkirakan melambat menjadi 1,7 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 2 persen (yoy).
Dari kawasan Asia, bank sentral China kembali mempertahankan suku bunga pinjaman tetap selama sembilan bulan berturut-turut pada Februari 2026, yaitu Loan Prime Rate 1Y sebesar 3 persen dan Loan Prime Rate 5Y di level 3,5 persen.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor keuangan yang naik sebesar 0,63 persen.
Sementara itu, sepuluh sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 3,29 persen, diikuti oleh barang konsumen non primer dan sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 3,05 persen dan 2,21 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ASHA, AIMS, MEGA, TFAS dan PPRE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SSTM, RMKO, INDS, BLUE dan SCNP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.359.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 58,06 miliar lembar saham senilai Rp29,51 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 596 saham menurun, dan 199 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 473,30 poin atau 0,83 persen ke 57.299,00, indeks Shanghai menguat 35,34 poin atau 0,87 persen ke 4.117,41, indeks Hang Seng melemah 491,59 poin atau 1,82 persen ke posisi 26,590,32, indeks Kuala Lumpur melemah 3,97 poin atau 0,23 persen ke posisi 1,754,01, dan indeks Straits Times melemah 20,54 poin atau 0,41 persen ke posisi 5,020,79.




