IHSG ditutup melemah seiring “profit taking” pelaku pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar pasca terjadinya rally di pasar saham Indonesia.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar pasca terjadinya rally di pasar saham Indonesia.
IHSG ditutup melemah 19,33 atau 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,70 poin atau 0,43 persen ke posisi 867,62.
“Pelemahan IHSG dipicu aksi profit taking setelah reli di saham-saham yang sebelumnya naik cukup cepat,” ujar analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Selain itu, Reydi mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak dari pengumuman rilis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di perdagangan sesi II, meskipun tidak signifikan.
Ia mengatakan pelaku pasar saat ini mencermati sentimen terkait dengan arah kebijakan suku bunga acuan, serta rilis data inflasi.
“Koreksi hari ini cenderung koreksi sehat ketimbang perubahan tren besar,” ujar Reydi.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 1,67 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 1,38 persen dan 1,09 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,93 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,62 persen dan 0,61 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMLE, KOCI, RLCO, KIJA dan PBSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MHKI, TRIN, OPMS, INPC dan NRCA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.844.260 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 55,13 miliar lembar saham senilai Rp29,03 triliun. Sebanyak 302 saham naik, 370 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 844,69 poin atau 1,63 persen ke 51.117,30, indeks Hang Seng melemah 309,63 poin atau 1,17 persen ke 26.149,31, indeks Shanghai melemah 2,79 poin atau 0,07 persen ke 4.082,97, dan indeks Strait Times melemah 8,20 poin atau 0,17 persen ke 4.739,41.




