Top
Begin typing your search above and press return to search.

IHSG ditutup menguat seiring ekspektasi sikap "dovish" The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap sikap dovish (melunak) bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

IHSG ditutup menguat seiring ekspektasi sikap dovish The Fed
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap sikap dovish (melunak) bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

IHSG ditutup menguat 84,28 atau 0,94 persen ke posisi 9.032,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,21 poin atau 0,37 persen ke posisi 882,08.

“Diperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 9.070-9100. Namun perlu diwaspadai potensi terjadinya profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang libur long weekend,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Ratna mengatakan penguatan IHSG didorong oleh ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga acuan The Fed, kenaikan harga komoditas, aliran masuk dana investor asing, serta aksi korporasi emiten.

Dari mancanegara, neraca perdagangan China membukukan surplus 1,19 triliun dolar AS sepanjang 2025, dengan ekspor tumbuh 5,5 persen dan impor stagnan, yang mana China mengalihkan ekspor dari pasar AS ke Uni Eropa dan Asia Tenggara untuk menghadapi tarif Donald Trump.

Dari dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) pada 2026, yang bertujuan menciptakan substitusi liquefied petroleum gas (LPG).

MIND ID dan PT Pertamina (Persero) bekerja sama untuk mempercepat hilirisasi batu bara menjadi berbagai produk energi alternatif, termasuk DMW, synthetic natural gas (SNG), serta metanol.

Ratna menilai kebijakan ini berpotensi berpengaruh positif terhadap emiten-emiten batu bara yang melakukan penjualan ke dalam negeri.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 3,08 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 2,07 persen dan 2,07 persen.

Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer sebesar 0,08 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ESTI, KOCI, ACST, LUCK, dan RLCO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni WEHA, SOLA, ASPR, GMFI, dan MEJA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.430.903 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,37 miliar lembar saham senilai Rp29,30 triliun. Sebanyak 440 saham naik, 240 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 788,50 poin atau 1,47 persen ke 54.337,69, indeks Hang Seng menguat 151,33 poin atau 0,56 persen ke 26.999,81, indeks Shanghai melemah 12,66 poin atau 0,31 persen ke 4.126,08, dan indeks Strait Times menguat 5,37 poin atau 0,11 persen ke 4.812,50.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire