Top
Begin typing your search above and press return to search.

IHSG melemah dipicu keraguan investor akan meredanya konflik AS-Iran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, ditutup melemah seiring dengan keraguan investor akan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG melemah dipicu keraguan investor akan meredanya konflik AS-Iran
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, ditutup melemah seiring dengan keraguan investor akan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup melemah 67,03 poin atau 0,94 persen ke posisi 7.097,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,77 poin atau 1,75 persen ke posisi 718,96.

“Indeks saham di Asia pada Jumat (27/3) ditutup beragam dengan kecenderungan melemah, seiring dengan semakin besarnya keraguan mengenai de-eskalasi konflik di Timur Tengah,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, ekspektasi terhadap adanya negosiasi antara AS dan Iran selama pekan ini, telah meningkatkan volatilitas pasar saham global. Pelaku pasar tampak ragu atau skeptis terhadap penegasan Presiden AS Donald Trump bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir.

Keraguan terhadap peluang berakhirnya konflik meningkat tajam setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan mengeluarkan proposal balasan, sementara AS akan mengirimkan lebih banyak pasukan ke kawasan Timur Tengah.

Konflik yang saat ini memasuki pekan keempat, kemungkinan akan memicu inflasi global dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi banyak negara di tengah meningkatnya harga bahan energi dan gangguan perdagangan dunia.

Trump mengatakan telah memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS dan membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari tambahan hingga tanggal 6 April 2026, untuk memberikan lebih banyak waktu bagi proses negosiasi.

Trump menyebut, perpanjangan ini dilakukan atas permintaan Iran, dan dikabulkan oleh AS sebagai imbalan atas di izinkannya 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai hadiah dari Iran.

Sementara itu, sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak dimulainya perang AS dengan Iran, meskipun Iran mengatakan selat tersebut hanya ditutup untuk musuh-musuhnya.

Belakangan ini, Iran tampaknya telah mendirikan pintu tol untuk kapal-kapal yang melintasi selat tersebut, dengan Lloyd's List Intelligence melaporkan bahwa sejumlah kapal membayar biaya perjalanan dalam mata uang Yuan China.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 0,34 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 0,15 persen.

Sedangkan sembilan melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,97 persen dan 0,82 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NZIA, SOHO, CBPE, FMII dan NETV. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FITT, FUJI, KUAS, APLI dan BESS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.393.686 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,80 miliar lembar saham senilai Rp11,77 triliun. Sebanyak 274 saham naik, 379 saham menurun, dan 167 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 45,15 poin atau 0,08 persen ke 53.558,50, indeks Shanghai menguat 24,64 poin atau 0,63 persen ke 3.913,72, indeks Hang Seng menguat 95,45 poin atau 0,38 persen ke posisi 24.951,88, dan indeks Straits Times menguat 10,42 poin atau 0,21 persen ke posisi 4.898,18.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire