Top
Begin typing your search above and press return to search.

IHSG menguat dipicu pernyataan Trump bahwa AS siap akhiri konflik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti bursa kawasan Asia, dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu 2-3 pekan.

IHSG menguat dipicu pernyataan Trump bahwa AS siap akhiri konflik
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti bursa kawasan Asia, dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu 2-3 pekan.

IHSG ditutup menguat 136,22 poin atau 1,93 persen ke posisi 7.184,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,98 poin atau 1,53 persen ke posisi 726,79.

“Sentimen ini dilatarbelakangi pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Di sisi lain, dikabarkan juga bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesediaan untuk mengakhiri permusuhan dengan sejumlah syarat, termasuk jaminan internasional.

"Tentunya kondisi ini memberikan sebuah harapan meredanya ketegangan antara AS dengan Iran," ujar Nico.

Dari dalam negeri, data indeks manufaktur cenderung stagnan dari bulan sebelumnya namun masih menunjukkan fase ekspansi. S&P Global melaporkan bahwa Indeks PMI (Purchasing Manager's Index) Manufaktur Indonesia tercatat turun ke level 50,1 pada Maret 2026, dari sebelumnya 53,8 pada Februari 2026.

“Penurunan tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta kenaikan harga bahan baku,” ujar Nico.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan posisi neraca perdagangan bulan Februari membukukan surplus sebesar 1,28 miliar dolar AS, yang memiliki sisi positif menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

BPS juga melaporkan laju inflasi bulan Maret sebesar 0,41 persen month to month (mtm) dan sebesar 3,48 persen year on year (yoy), atau masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) yang berkisar 2,5 plus minus 1 persen, sehingga mencerminkan laju inflasi yang cenderung terkendali.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 5,57 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 5,01 persen dan 3,59 persen

Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,14 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CHEM, ALKA, YPAS, KOCI dan BULL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DATA, NZIA, WEHA, TALF dan ATAP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.014.275 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,54 miliar lembar saham senilai Rp16,47 triliun. Sebanyak 475 saham naik, 209 saham menurun, dan 135 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 2.709,28 poin atau 5,31 persen ke 53.773,00, indeks Shanghai menguat 56,69 atau 1,46 persen ke 3.948,55, indeks Hang Seng menguat 505,89 poin atau 2,04 persen ke posisi 25.294,03, dan indeks Straits Times menguat 97,09 poin atau 1,99 persen ke posisi 4.982,54.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire