Top
Begin typing your search above and press return to search.

Investor muda mendominasi, OJK Tegal ungkap perbedaan nilai aset antar usia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal mencatat perkembangan positif investor pasar modal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan sepanjang tahun 2025.

Investor muda mendominasi, OJK Tegal ungkap perbedaan nilai aset antar usia
X

Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal mencatat perkembangan positif investor pasar modal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi yang legal dan terawasi, sekaligus menunjukkan keberhasilan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Berdasarkan data OJK, investor pasar modal di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja OJK Tegal didominasi oleh Generasi Z. Pengawas Pasar Modal OJK Pusat, Novianto Utomo, menyebutkan bahwa kelompok usia Gen Z menjadi mayoritas dari sisi jumlah investor.

“Dalam catatan OJK Tegal, sebanyak 60,91 persen investor individu berasal dari kelompok usia Generasi Z. Namun, nilai aset yang dikuasai kelompok ini mencapai Rp 383,12 miliar,” ujar Novianto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, dominasi Gen Z dari sisi jumlah investor menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mulai berinvestasi sejak dini, seiring dengan kemudahan akses teknologi digital, aplikasi perdagangan efek, serta meningkatnya edukasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan.

Meski demikian, dari sisi nilai aset, investor kelompok usia senior masih mendominasi. Novianto mengungkapkan, investor berusia di atas 60 tahun hanya mencakup 1,47 persen dari total investor, namun menguasai nilai aset yang jauh lebih besar, yakni Rp 884,21 miliar.

Perbedaan tersebut, menurutnya, mencerminkan karakteristik investasi berdasarkan kelompok usia. Investor muda umumnya baru memulai perjalanan investasi dengan nominal yang relatif kecil, sementara investor senior telah memiliki akumulasi aset yang lebih besar dan pengalaman investasi yang lebih panjang.

Sementara itu, Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita, menambahkan bahwa tren pertumbuhan investor pasar modal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor keuangan daerah. Ia menilai, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal juga berkontribusi terhadap pendalaman pasar keuangan nasional.

“Kami terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berinvestasi secara cerdas, memahami profil risiko, serta memilih produk dan pelaku usaha jasa keuangan yang berizin dan diawasi OJK,” kata Kurnia.

OJK Tegal, lanjutnya, akan terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi langsung ke sekolah, perguruan tinggi, komunitas, serta pemanfaatan media digital. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal, sekaligus melindungi investor dari praktik investasi ilegal.

Dengan tren positif tersebut, OJK optimistis pasar modal dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat dan berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire