Jelang relokasi pedagang Pasar Bitingan, Bupati Kudus tinjau Pasar Saerah
Bupati Kudus Jawa Tengah Sam’ani Intakoris meninjau kesiapan Pasar Saerah, Rabu (7/1). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pasar siap digunakan sebelum pedagang mulai menempati lokasi baru, rencana relokasi akan dilakukan pada Kamis malam (8/1).

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Bupati Kudus Jawa Tengah Sam’ani Intakoris meninjau kesiapan Pasar Saerah, Rabu (7/1). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pasar siap digunakan sebelum pedagang mulai menempati lokasi baru, rencana relokasi akan dilakukan pada Kamis malam (8/1).
Pemkab Kudus berupaya memastikan proses relokasi berjalan tertib dan lancar, sekaligus mendukung penataan kawasan pasar agar lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Bupati mengajak para pedagang untuk menempati Pasar Saerah yang dinilai memiliki fasilitas lebih baik dengan biaya sewa yang lebih terjangkau.
“Pasar Saerah kami siapkan agar pedagang bisa berjualan dengan lebih nyaman. Fasilitasnya lebih baik dan biaya sewanya lebih ringan, sehingga diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha para pedagang,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (7/1).
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Djati Sholechah menjelaskan bahwa Pasar Saerah memiliki daya tampung yang mencukupi untuk menampung pedagang hasil relokasi.
“Kapasitas Pasar Saerah terdiri dari 108 kios dan 437 los, sehingga total tersedia 545 tempat. Untuk ukuran, los berukuran 2 x 2 meter, sedangkan kios berukuran 3 x 3 meter,” jelas Djati.
Djati menambahkan, hingga saat ini, pedagang yang telah diverifikasi dan mengambil nomor menempati los sebanyak 303 pedagang, sementara kios sebanyak 102 pedagang. Total ada 405 pedagang yang siap menempati Pasar Saerah.
Salah satu pedagang angkringan Pasar Bitingan, Juliani, yang telah berjualan selama kurang lebih 20 tahun, menyambut baik relokasi tersebut. Juliani menilai Pasar Saerah lebih bersih dan tertata dibandingkan lokasi sebelumnya.
“Saya senang pindah ke Pasar Saerah. Tempatnya lebih rapi dan bersih. Semoga di tempat baru ini membawa rezeki bagi para pedagang,” kata Juliani.
Sementara itu, reaksi penolakan relokasi dilakukan puluhan pedagang yang mengelar aksi unjuk rasa di depan kantor satpol PP kabupaten Kudus, Rabu pagi (7/1). Perwakilan pedagang sempat bertemu dengan Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko untuk menyampaikan aspirasinya.




