Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kastaf Kepresidenan Qodari pastikan aktivitas ekonomi Aceh Tamiang berangsur normal

Kastaf Kepresidenan Qodari pastikan aktivitas ekonomi Aceh Tamiang berangsur normal
X

Kastaf Kepresidenan Qodari meninjau aktivitas pasar di Aceh Tamiang, Kamis (15/1/2026)

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memantau aktivitas perekonomian pascabencana banjir Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Qodari menyebut denyut ekonomi sudah mulai terlihat dengan dibukanya kembali perbankan, minimarket, hingga warung kopi.

Menurutnya, kondisi Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang, sudah cukup ramai meskipun sudah sore hari, demikian dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Radio Elshinta.

Qodari mencatat adanya keluhan dari para pedagang yang ditemuinya di pasar. Beberapa poin penting yang diserapnya adalah masalah permodalan dan kebersihan pasar yang akan segera disampaikan baik kepada kementerian, lembaga, maupun dinas terkait.

“Kita ke pasar, kita lihat sebagian sudah buka. Memang sudah cukup ramai, walaupun sudah sore. Informasinya, kalau pagi lebih ramai lagi. Kami mendengarkan masukan, saran dan keluhan dari beberapa pedagang, masalah permodalan, dan pembersihan pasar,” paparnya.

“Nanti kita sampaikan kepada Kementerian/Lembaga dan kepada dinas terkait untuk bisa ditangani,” tambah Qodari saat mendatangi Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang, Kamis (15/1/2026).

Qodari sempat berbincang dengan para pedagang di Pasar Kualasimpang. Salah seorang pedagang yang menyampaikan keluhannya kepada Qodari adalah pedagang buah, Misnam, 52. Perempuan yang sudah 34 tahun jadi pedagang, mengaku baru 10 hari kembali jualan buah.

“Baru 10 hari jualan, dikasih modal sama tauke (bos), belum ada uang sendiri, dikasih utang dulu, dibantu barang dulu. Daripada ibu stress, jualan aja katanya. Alhamdulilah sudah ada satu dua pembeli," kata Misnam.

Pedagang lainnya, Akhyar Bin Talaha juga mengaku kesulitan permodalan. Pedagang pakaian itu mengaku pembeli sudah mulai ada, walaupun belum banyak.

Sekedar informasi, Tim Kantor Staf Presiden (KSP) yang dipimpin Qodari juga telah mendatangi dan melihat langsung aktivitas di minimarket yang sudah buka, dan mengunjungi warung kopi yang sudah mulai ramai.

Kegiatan ekonomi yang sudah berangsur normal juga terlihat dari aktivitas perbankan di Bank Sariah Indonesia yang sudah mulai melayani sejumlah warga yang datang.

Kastaf Kepresidenan Muhammad Qodari juga menambahkan pemulihan kegiatan ekonomi segera dipercepat agar masyarakat bisa memasuki bulan Ramadhan dan nanti Idul Fitri dengan nyaman dan tenang.

Pemerintah, kata Qodari, seoptimal mungkin berupaya memulihkan perekonomian warga. “Itulah sebabnya Bapak Presiden membentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana yang dipimpin oleh Pak Tito Karnavian (Mendagri),” kata Qodari.

“Kami lihat di sini, dari pagi sampai sore hari, berbagai macam aspek, nanti akan kami laporkan kepada Kasatgas, agar dapat menjadi perhatian. Agar kondisi lebih baik menjelang bulan Ramadhan, bisa segera dicapai,” sambungnya.

Qodari menegaskan Presiden Prabowo memberi perhatian yang sangat besar kepada bencana di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kalau di Aceh ini, salah satu yang paling parah di Aceh Tamiang. Memang Aceh Tamiang ini posisinya dilalui oleh sungai besar, sungai Tamiang. Ada arahan-arahan instruksi Presiden, lewat Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya), berkoordinasi kepada anggota kabinet untuk berbagai sektor, mulai dari pendidikan, perdagangan, kesehatan,” ujarnya.

Qodari mengakui kondisi saat ini tidak bisa sempurna dan pasti banyak catatan, karena bencana banjir di tiga provinsi luar biasa.

“Bukan hanya air, tapi yang terberat adalah lumpur. Lumpur itu yang sangat-sangat tidak mudah diatasi. Hasilnya belum sempurna karena skala bencana yang sangat besar, tapi kita yakin optimistis bisa mengatasinya dengan kekuatan nasional sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” pungkasnya. (Ter)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire